MANADOPOST.ID - Aktivitas pelayaran di Kota Bitung sepanjang 2024 tidak hanya diramaikan oleh bongkar muat kapal dan arus kontainer, tetapi juga oleh pergerakan kendaraan dan jumlah penumpang turun. Data di bawah memberi gambaran lebih luas mengenai bagaimana pelabuhan Bitung berfungsi sebagai pusat mobilitas berbagai sektor, mulai dari kapal kargo, jalur tol laut, hingga pelayaran rakyat. Angka ini semakin menegaskan peran Bitung sebagai simpul transportasi sekaligus nadi kegiatan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Data tersebut menunjukkan total 1.177.015 KL muatan yang ditangani, 3.783 unit kendaraan yang turun melalui berbagai jenis pelayaran, serta 88.633 penumpang turun sepanjang 2024. Angka tersebut memperlihatkan intensitas pergerakan logistik dan manusia yang terus meningkat di pelabuhan Bitung. Pada kategori pelayaran luar negeri, tercatat 186.204 KL muatan. Meskipun tidak ada kendaraan maupun penumpang turun yang tercatat, aktivitas ini tetap memperlihatkan dominasi jalur internasional dalam perdagangan komoditas cair maupun bahan industri lainnya.
Kategori pelayaran nasional untuk kapal kargo umum dan kapal BBM atau gas mencatat angka terbesar dalam volume muatan melalui jalur domestik. Sebanyak 990.811 KL tercatat di kategori ini. Selain itu terdapat 38 unit kendaraan yang turun dari kapal jenis ini. Angka ini menunjukkan bagaimana jalur nasional berperan penting dalam distribusi energi dan logistik yang menunjang kebutuhan industri dan masyarakat.
Pada kategori pelayaran nasional peti kemas, tidak terdapat catatan volume muatan dalam KL, kendaraan maupun penumpang. Kondisi serupa terlihat pada kategori pelayaran nasional peti kemas tol laut, yang meskipun aktif dalam pergerakan kontainer pada data sebelumnya, pada bagian ini tidak menunjukkan perpindahan kendaraan maupun penumpang.
Baca Juga: Data Resmi Bongkar Rahasia Geliat Usaha Baru di Kota Bitung
Sementara itu kategori pelayaran nasional non perintis mencatat kontribusi signifikan dari sisi kendaraan dan penumpang. Terdapat 3.745 unit kendaraan yang turun melalui jalur ini serta 79.454 penumpang yang tercatat selama 2024. Angka ini mengindikasikan betapa jalur non perintis menjadi jalur mobilitas utama masyarakat antarpulau dengan volume perpindahan manusia dan barang yang tinggi.
Pada kategori pelayaran perintis, jumlah penumpang turun mencapai 9.179 orang. Kapal perintis yang melayani wilayah pelosok dan daerah tertinggal ini menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses transportasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Meski tidak ada perpindahan kendaraan, tingginya jumlah penumpang memperlihatkan betapa jalur ini dibutuhkan masyarakat.
Untuk kategori pelayaran rakyat, tidak terdapat data yang masuk dalam KL, kendaraan maupun penumpang turun pada tabel lanjutan ini. Jika digabungkan, keseluruhan pelayaran mencatat 1.177.015 KL untuk volume muatan jenis cair, 3.783 unit kendaraan, serta 88.633 penumpang turun. Angka ini menegaskan bahwa pelabuhan Bitung bukan sekadar terminal bongkar muat komoditas industri tetapi juga pusat mobilitas masyarakat dan kendaraan dari berbagai wilayah Nusantara.
Dengan meningkatnya aktivitas pelayaran domestik dan internasional serta tingginya mobilitas masyarakat, Bitung memperlihatkan kapasitasnya sebagai salah satu simpul transportasi maritim paling strategis di Indonesia. Potensi pelabuhan ini tidak hanya semakin besar tetapi juga semakin penting bagi konektivitas nasional dan penguatan ekonomi kawasan timur Indonesia.(pr)
Editor : Pratama Karamoy