MANADOPOST.ID - Aktivitas pelayaran di Kota Bitung sepanjang 2024 mencatat dinamika yang sangat tinggi. Data lengkap yang dihimpun dari BPS Bitung menunjukkan bagaimana pelabuhan Bitung berperan sebagai simpul strategis dalam perdagangan internasional, distribusi logistik nasional, hingga mobilitas masyarakat antarpulau. Dengan ribuan kapal yang keluar masuk dan ratusan ribu satuan barang serta penumpang yang berpindah, Bitung memperlihatkan perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi dan maritim di kawasan timur Indonesia.
Sepanjang 2024 total 3.293 kapal singgah di pelabuhan Bitung. Aktivitas tersebut menghasilkan total GT 12.704.459 dan volume bongkar muat sebesar 3.406.264 TON per meter kubik. Angka ini menegaskan kapasitas pelabuhan Bitung yang terus berkembang dan mampu melayani beragam jenis pelayaran, baik dari luar negeri maupun domestik. Kategori pelayaran luar negeri mencatat 169 kapal dengan total muatan 108.353 TON per meter kubik, GT 4.082.763 serta 186.204 KL untuk komoditas cair. Pergerakan kontainer tercatat 13 unit 20 feet, 635 unit 40 feet, dan 91 unit kontainer kosong. Angka ini memperlihatkan stabilnya arus perdagangan internasional yang melewati Bitung.
Pada kategori pelayaran nasional untuk kapal kargo umum dan kapal BBM atau gas, jumlahnya mencapai 1.533 kapal. Jalur ini mencatat GT 2.827.325, muatan 1.199.348 TON per meter kubik, serta 990.811 KL untuk komoditas cair. Tercatat pula 8 unit kontainer 20 feet, 865 kontainer kosong, serta 38 unit kendaraan yang turun melalui kategori ini. Besarnya volume di jalur ini menegaskan dominasi logistik energi dan kargo di rute domestik. Kategori pelayaran nasional peti kemas menjadi salah satu penyumbang terbesar pergerakan kontainer. Terdapat 311 kapal dengan total GT 2.946.300 dan muatan 1.922.224 TON per meter kubik. Kontainer yang masuk terdiri dari 89.291 unit 20 feet, 22.588 unit 40 feet, dan 5.638 unit kontainer kosong. Kategori ini adalah tulang punggung logistik berbasis peti kemas antarwilayah di Bitung.
Pada kategori pelayaran nasional peti kemas tol laut, tercatat 29 kapal dengan total GT 52.779 dan muatan 8.799 TON per meter kubik. Pergerakan kontainernya mencapai 460 unit 20 feet serta 149 unit kosong, menunjukkan peran besar tol laut dalam pemerataan distribusi komoditas ke wilayah terpencil. Sementara itu pelayaran nasional non perintis mencatat 364 kapal, GT 2.204.470, muatan 22.211 TON per meter kubik, serta pergerakan kendaraan dan penumpang yang cukup dominan. Tercatat 190 unit kontainer 20 feet, 45 kontainer kosong, lalu 3.745 unit kendaraan dan 79.454 penumpang turun sepanjang tahun. Kategori ini menjadi indikator kuat tingginya mobilitas masyarakat dan barang antarwilayah.
Baca Juga: Data Resmi Bongkar Rahasia Geliat Usaha Baru di Kota Bitung
Pada kategori pelayaran perintis, tercatat 374 kapal dengan total GT 506.648 dan muatan 9.463 TON per meter kubik. Tidak terdapat data pergerakan kontainer maupun kendaraan, namun terdapat 9.179 penumpang turun yang menegaskan pentingnya jalur perintis dalam membuka akses transportasi ke daerah terluar dan terpencil. Kategori pelayaran rakyat mencatat 513 kapal, GT 84.174, serta muatan 135.866 TON per meter kubik. Meski tidak tercatat perpindahan kendaraan atau penumpang pada tabel lanjutan, kategori ini tetap menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir dan pelayaran antarwilayah dalam skala lebih kecil.
Jika digabungkan dari seluruh kategori pelayaran, pelabuhan Bitung mencatat total 3.293 kapal, 12.704.459 GT, 3.406.264 TON per meter kubik, 1.177.015 KL, 3.783 kendaraan, dan 88.633 penumpang turun sepanjang 2024. Data ini menegaskan bahwa Bitung bukan hanya pusat bongkar muat komoditas, tetapi juga simpul mobilitas manusia dan kendaraan yang sangat penting bagi konektivitas nasional.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, pelabuhan Bitung diproyeksikan akan memainkan peran yang semakin besar dalam rantai distribusi nasional dan menjadi penggerak utama ekonomi maritim kawasan timur Indonesia.(pr)
Editor : Pratama Karamoy