MANADOPOST.ID - Perekonomian Kota Bitung menunjukkan geliat pertumbuhan yang konsisten sepanjang 2020 hingga 2024. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Kota Bitung mengungkap bagaimana seluruh komponen pengeluaran memberi kontribusi besar terhadap naiknya Produk Domestik Regional Bruto yang diproyeksikan mencapai lebih dari 24 triliun rupiah pada 2024. Tren ini memberi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat, aktivitas investasi dan kinerja ekspor daerah terus menguat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Kenaikan konsumsi rumah tangga menjadi sorotan utama, sebab pos ini merupakan pendorong terbesar dalam struktur ekonomi Bitung. Pada 2020, konsumsi rumah tangga berada di angka Rp6.460,91 miliar dan terus meningkat setiap tahun hingga mencapai Rp9.349,88 miliar pada 2024. Pertumbuhan yang stabil ini mencerminkan naiknya kesejahteraan masyarakat serta pulihnya aktivitas ekonomi pascapandemi.
Pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga juga menunjukkan peningkatan signifikan. Jika pada 2020 berada di angka Rp230,90 miliar, maka pada 2024 angkanya melonjak menjadi Rp389,78 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial dan layanan publik nonpemerintah di Bitung terus berkembang.
Kinerja Pemerintah Kota Bitung dalam mendorong belanja publik juga tampak dari pengeluaran konsumsi pemerintah yang naik dari Rp1.314,18 miliar pada 2020 menjadi Rp1.805,08 miliar pada 2024. Peningkatan ini memberi dampak pada pergerakan sektor jasa, penyediaan layanan dasar serta pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Dari Manufaktur hingga Logistik, Inilah Wajah Ekonomi Baru Bitung
Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto atau PMTB tampil sebagai salah satu motor penggerak ekonomi dengan kenaikan berarti setiap tahun. Nilainya meningkat dari Rp4.911,95 miliar pada 2020 menjadi Rp6.419,14 miliar pada 2024. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya pembangunan infrastruktur, pembelian mesin, peralatan serta kegiatan investasi lain yang memperkuat daya saing industri di Bitung.
Perubahan inventori juga bergerak positif dengan kenaikan dari Rp2,39 miliar pada 2020 menjadi Rp3,39 miliar pada 2024. Meski jumlahnya relatif kecil, pos ini tetap menunjukkan geliat usaha dan kelancaran arus produksi di berbagai sektor.
Kinerja ekspor barang dan jasa pun terus mencatatkan hasil baik. Pada 2020 nilainya mencapai Rp4.164,67 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi Rp6.784,75 miliar pada 2024. Angka ini memperlihatkan kuatnya peran Bitung sebagai kota pelabuhan dan pusat distribusi perdagangan di kawasan timur Indonesia.
Secara keseluruhan, Produk Domestik Regional Bruto Kota Bitung terus meningkat dari Rp17.085,00 miliar pada 2020 hingga mencapai Rp24.752,02 miliar pada 2024. Gambaran ini menjadi bukti bahwa struktur ekonomi Bitung semakin solid dan berkelanjutan.
Pemulihan ekonomi pascapandemi tidak hanya berhasil, tetapi tumbuh melampaui kondisi sebelum krisis. Dengan konsumsi yang terus menguat, investasi yang berkembang dan ekspor yang meningkat, Bitung berada pada jalur pertumbuhan yang menjanjikan untuk beberapa tahun ke depan.(pr)
Editor : Pratama Karamoy