Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

PDRB Naik Drastis, Apa yang Menjadi Faktor Utama Kebangkitan Ekonomi Bitung?

Pratama Karamoy • Senin, 24 November 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Perekonomian Kota Bitung menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2020 hingga 2024. Data terbaru Badan Pusat Statistik dan pengelolaan pasar daerah memperlihatkan bagaimana aktivitas konsumsi, investasi, ekspor hingga geliat perdagangan rakyat semakin menguat. Kombinasi pertumbuhan makroekonomi dan peningkatan fasilitas pasar tradisional menciptakan ekosistem yang lebih stabil bagi perputaran barang dan jasa.

Photo
Photo
Photo
Photo

Dari sisi makro, Produk Domestik Regional Bruto Kota Bitung terus menanjak setiap tahun. Pada 2020, PDRB berada di angka Rp17.085,00 miliar dan melonjak menjadi Rp24.752,02 miliar pada 2024. Kenaikan ini merupakan hasil dari penguatan konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta meningkatnya investasi melalui Pembentukan Modal Tetap Bruto.

 

Konsumsi rumah tangga menjadi motor terbesar. Nilainya naik dari Rp6.460,91 miliar pada 2020 menjadi Rp9.349,88 miliar pada 2024, mencerminkan pulihnya daya beli dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga juga terus berkembang, dari Rp230,90 miliar menjadi Rp389,78 miliar pada periode yang sama.

 

Pemerintah Kota Bitung pun memperkuat perannya melalui pengeluaran konsumsi pemerintah yang meningkat dari Rp1.314,18 miliar pada 2020 menjadi Rp1.805,08 miliar pada 2024. Sementara itu, PMTB sebagai indikator investasi tumbuh dari Rp4.911,95 miliar menjadi Rp6.419,14 miliar dalam lima tahun terakhir. Bahkan perubahan inventori juga menunjukkan tren positif dari Rp2,39 miliar menjadi Rp3,39 miliar.

Kinerja ekspor barang dan jasa semakin mempertegas peran Bitung sebagai kota pelabuhan yang strategis. Nilai ekspor melonjak dari Rp4.164,67 miliar pada 2020 menjadi Rp6.784,75 miliar pada 2024.

 

Baca Juga: Ekspor hingga Belanja Pemerintah, Ini Peta Lengkap PDRB Bitung

 

Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini ikut mendorong dinamika perdagangan, khususnya di pasar tradisional. Data terbaru pengelolaan pasar menunjukkan tingginya aktivitas di sektor ini, terutama pada toko, kios dan los yang menjadi nadi transaksi harian masyarakat. Pasar Girian sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi menampung ratusan pedagang dengan rincian toko, kios dan los yang aktif melayani kebutuhan masyarakat. Perputaran ekonomi pasar didorong oleh volume transaksi harian yang stabil, keterisian tempat usaha yang tinggi dan keberagaman komoditas yang diperjualbelikan.

 

Peningkatan jumlah pedagang aktif, peremajaan fasilitas serta penguatan tata kelola pasar membuat kontribusi sektor ini semakin nyata dalam mendukung struktur ekonomi daerah. Aktivitas pasar tidak hanya memperkuat konsumsi rumah tangga, tetapi juga mengalirkan dampak langsung pada pelaku usaha kecil dan menengah di sekitarnya.

Dengan pertumbuhan PDRB yang konsisten, perdagangan rakyat yang semakin solid serta peran pasar tradisional yang terus berkembang, Kota Bitung memasuki fase percepatan ekonomi yang menjanjikan. Kombinasi kekuatan konsumsi, investasi dan perdagangan menjadikan Bitung sebagai salah satu pusat ekonomi yang terus bertransformasi di wilayah Sulawesi Utara.(pr)

Editor : Pratama Karamoy
#PDRB #mpedia #BPS #bitung