MANADOPOST.ID - Penurunan angka kemiskinan kembali menjadi salah satu indikator penting dalam menilai arah pembangunan di Sulawesi Utara. Data terbaru BPS menunjukkan bahwa pada 2024 sejumlah daerah berhasil menekan persentase penduduk miskin, termasuk Kota Bitung yang menjadi salah satu kota dengan capaian terbaik di wilayah perkotaan.
Dibandingkan tahun sebelumnya, Kota Bitung mencatat penurunan dari 6,56% pada 2023 menjadi 6,27% pada 2024. Capaian ini menempatkan Bitung sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua di kelompok kota setelah Kota Manado yang berada di posisi pertama dengan 5,43%. Penurunan ini memperlihatkan konsistensi upaya peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk penguatan lapangan kerja melalui sektor industri, jasa pelabuhan, dan aktivitas perikanan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Dari empat kota di Sulawesi Utara, seluruhnya menunjukkan tren penurunan kemiskinan. Kota Tomohon turun dari 5,60% menjadi 5,38%, sedangkan Kota Kotamobagu bergerak dari 5,03% menjadi 5,12%. Meskipun sedikit meningkat, Kotamobagu tetap masuk kelompok dengan tingkat kemiskinan rendah di wilayah provinsi.
Jika melihat kabupaten, variasi penurunan lebih beragam. Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat angka tertinggi dengan 10,84% pada 2024 meskipun turun tipis dari 11,01% di tahun sebelumnya. Sementara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di level kabupaten yakni 5,87%.
Baca Juga: perkotaan Masih Mendominasi IPM Tertinggi Sulut, Bitung Ada di Posisi Berapa?
Secara keseluruhan tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan perbaikan dari 7,38% pada 2023 menjadi 7,25% pada 2024. Pemerintah daerah menyambut baik tren ini karena menunjukkan keberlanjutan program perlindungan sosial, peningkatan kesempatan kerja, dan efisiensi pelayanan publik yang semakin merata.
Kota Bitung sebagai salah satu pusat pertumbuhan di pesisir timur Sulawesi Utara diyakini akan terus memegang peranan penting dalam menekan angka kemiskinan provinsi. Dengan industri pengolahan ikan, dukungan kawasan KEK Bitung, serta peningkatan aktivitas logistik pelabuhan, kota ini berpotensi memperkuat daya dorong ekonomi pada tahun berikutnya.(pr)
Editor : Pratama Karamoy