MANADOPOST.ID - Kota Bitung kembali menjadi perhatian dalam laporan ketenagakerjaan terbaru dari Badan Pusat Statistik. Data yang dirilis melalui Survei Angkatan Kerja Nasional untuk Agustus 2023 dan Agustus 2024 menunjukkan pergerakan signifikan di kota industri dan pelabuhan ini. Penurunan tingkat pengangguran dan peningkatan partisipasi angkatan kerja memperlihatkan bahwa ekonomi Bitung mulai bergerak lebih stabil setelah melewati berbagai tekanan akibat perubahan global dan dinamika industri lokal.
Pada 2023 tingkat pengangguran terbuka Bitung berada di angka 7,82 persen. Satu tahun kemudian angka tersebut turun menjadi 7,51 persen. Meski penurunan nampak tipis perubahan ini menggambarkan perbaikan nyata di pasar tenaga kerja. Kota yang selama ini dikenal sebagai pusat industri pengolahan makanan laut dan aktivitas pelabuhan mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja terutama pada sektor formal yang mulai pulih. Perjalanan ekonomi Bitung kerap dipengaruhi fluktuasi pasar internasional dan tekanan logistik sehingga tren penurunan pengangguran menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Lebih menarik lagi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Bitung memperlihatkan lonjakan yang cukup kuat. Pada 2023 TPAK berada di angka 64,54 persen dan naik menjadi 67,87 persen pada 2024. Kenaikan ini menandai meningkatnya keinginan masyarakat untuk kembali terlibat aktif dalam pasar kerja. Bertambahnya jumlah pencari kerja yang masuk ke pasar tenaga kerja memperlihatkan optimisme warga terhadap peluang ekonomi yang tersedia. Hal ini sekaligus menandakan adanya ekspansi sektor usaha lokal dan meningkatnya aktivitas industri yang memberi ruang lebih luas bagi pencari kerja.
Jika dibandingkan dengan kota lain di Sulawesi Utara Bitung berada pada posisi kompetitif. Kota Manado dan Tomohon masih mencatat tingkat pengangguran yang lebih tinggi. Sementara Kotamobagu mencatat penurunan yang cukup signifikan hingga berada di angka 5,72 persen pada 2024. Meski begitu pesatnya kenaikan TPAK di Bitung menjadikan kota ini sebagai salah satu daerah dengan semangat tenaga kerja paling tinggi di provinsi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat Bitung tidak hanya menunggu peluang tetapi juga aktif bergerak mencari pekerjaan baru peluang wirausaha maupun peluang sektor informal.
Baca Juga: IPM Bitung Meroket Lima Tahun Terakhir, Apa Rahasianya?
Dari perspektif provinsi Bitung tampil dengan performa menjanjikan. Sulawesi Utara mencatat TPT 5,85 persen dan TPAK 66,07 persen pada 2024. Artinya Bitung berada sedikit di atas angka partisipasi provinsi dan berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat posisi sebagai kota industri yang dinamis. Pergerakan angka ini menjadi bukti nyata bahwa regenerasi ekonomi Bitung berjalan efektif dan perlahan menutup kesenjangan yang sempat muncul beberapa tahun sebelumnya.
Dengan penurunan pengangguran dan peningkatan partisipasi angkatan kerja yang konsisten Bitung menunjukkan arah perubahan yang positif. Jika tren ini mampu dipertahankan kota ini bukan hanya akan memperkuat daya saing di Sulawesi Utara tetapi juga berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia. Kini tantangannya adalah bagaimana membangun kualitas tenaga kerja yang lebih adaptif agar mampu bersaing di tengah transformasi industri yang terus bergerak maju.(pr)
Editor : Pratama Karamoy