MANADOPOST.ID - Kota Tomohon kembali merilis gambaran terbaru mengenai struktur ketenagakerjaan warganya. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi penduduk berumur 15 tahun ke atas yang bekerja selama seminggu terakhir menunjukkan pola yang menarik, terutama jika dilihat dari status pekerjaan dan perbedaan gender.
Dengan total 47.715 pekerja, data ini mengungkap bagaimana masyarakat Tomohon menggerakkan roda ekonomi kota melalui berbagai jenis pekerjaan, mulai dari karyawan, pekerja bebas, hingga pelaku usaha mandiri. Tidak hanya menggambarkan dinamika pasar kerja, data ini juga memperlihatkan bagaimana laki-laki dan perempuan berkontribusi dalam setiap jenis pekerjaan.
Karyawan dan Pegawai Masih Mendominasi
Dari seluruh jenis status pekerjaan, segmen Buruh/Karyawan/Pegawai menjadi yang paling mendominasi dengan total 24.590 orang. Kelompok ini menjadi tulang punggung angkatan kerja Tomohon, menyumbang lebih dari separuh total pekerja di kota ini.
Laki-laki tercatat menduduki posisi tertinggi dalam kelompok ini dengan 14.353 orang, sementara pekerja perempuan mencapai 10.237 orang. Data ini memperlihatkan bahwa kedua gender memiliki kontribusi signifikan, meski dominasi laki-laki tetap terlihat jelas.
Usaha Sendiri Tempati Urutan Kedua
Jenis pekerjaan dengan jumlah terbesar kedua adalah Berusaha sendiri, dengan total 12.894 pekerja. Kelompok ini banyak diisi pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga profesi mandiri lainnya.
Tercatat 8.059 laki-laki bekerja sebagai pelaku usaha mandiri, sementara perempuan berada pada angka 4.835 orang. Angka ini menegaskan kuatnya kultur kewirausahaan di Tomohon, terutama di sektor informal.
Pekerja Bebas dan Pekerja Keluarga: Perempuan Lebih Banyak di Sektor Tak Dibayar
Pada kategori Pekerja keluarga/tak dibayar, pekerja perempuan justru jauh lebih banyak, mencapai 1.641 orang, dibandingkan pekerja laki-laki yang berjumlah 1.167 orang. Hal ini menunjukkan kecenderungan perempuan lebih besar terlibat dalam pekerjaan domestik dan usaha keluarga yang tidak berorientasi pada upah.
Sementara itu, pekerja bebas atau casual worker tercatat sebanyak 3.267 pekerja, terdiri dari 2.517 laki-laki dan 750 perempuan. Kelompok ini kemungkinan besar berasal dari sektor konstruksi, jasa harian, hingga pekerja lapangan informal lainnya.
Baca Juga: Usia Produktif Mendominasi Begini Dampaknya bagi Ekonomi Tomohon
Pekerja Dibantu Buruh Tetap dan Tidak Tetap
Segmen lain yang turut menyumbang struktur ketenagakerjaan Tomohon adalah kategori:
-
Berusaha dibantu buruh tidak tetap: 3.278 pekerja
Terdiri dari 2.201 laki-laki dan 1.077 perempuan. -
Berusaha dibantu buruh tetap: 878 pekerja
Terdiri dari 562 laki-laki dan 316 perempuan.
Kategori ini memperlihatkan adanya usaha yang sudah mulai berkembang dan membutuhkan tenaga kerja bantuan, baik sementara maupun tetap.
Laki-laki Mendominasi Hampir Semua Kategori
Jika dilihat secara keseluruhan, total pekerja laki-laki mencapai 28.859 orang, jauh di atas pekerja perempuan yang berjumlah 18.856 orang. Dominasi ini konsisten di hampir semua kategori pekerjaan, kecuali pada kategori pekerja keluarga/tidak dibayar, di mana jumlah pekerja perempuan lebih tinggi.
Hal ini memperlihatkan pola umum yang masih terlihat di berbagai wilayah Indonesia: laki-laki lebih banyak mengisi pekerjaan berupah dan mandiri, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam aktivitas domestik dan pekerjaan yang tidak menghasilkan pendapatan langsung.
Struktur Tenaga Kerja Tomohon Sangat Dinamis
Data ini secara jelas menggambarkan bahwa Tomohon memiliki struktur angkatan kerja yang kuat dan dinamis. Selain dominasi pekerja karyawan dan usaha mandiri, terlihat pula kontribusi mayoritas perempuan—meskipun masih banyak yang berada pada pekerjaan tanpa upah. Dengan potensi perkembangan ekonomi dan meningkatnya UMKM, komposisi ini kemungkinan akan terus berubah dalam beberapa tahun mendatang.(pr)
Editor : Pratama Karamoy