MANADOPOST.ID - Aktivitas keuangan di Pegadaian Kota Bitung menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data resmi dari PT Pegadaian Cabang Kota Bitung yang dirangkum dalam publikasi Kota Bitung Dalam Angka 2025, total nilai pinjaman pada tahun 2024 mencapai Rp197,7 miliar, sementara pelunasan pinjaman justru lebih tinggi dengan nilai Rp212,8 miliar. Angka ini menggambarkan tingginya tingkat kepercayaan dan kemampuan masyarakat Bitung dalam mengelola kewajiban keuangannya.
Data tersebut memperlihatkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, aktivitas gadai dan pelunasan di Bitung mengalami dinamika yang cukup signifikan. Pada tahun 2019, nilai pinjaman masih berada di angka Rp138,7 miliar dengan pelunasan sebesar Rp141,3 miliar. Nilai pinjaman kemudian naik pesat pada 2020 menjadi Rp158,2 miliar dan terus berfluktuasi hingga menembus hampir Rp200 miliar di tahun 2024.
Salah satu lonjakan terbesar tercatat pada masa pemulihan ekonomi pascapandemi di tahun 2023, ketika masyarakat kembali beraktivitas dan kebutuhan modal usaha meningkat. Pada tahun tersebut, nilai pinjaman mencapai Rp172,3 miliar dengan pelunasan mencapai Rp207,2 miliar, menunjukkan kemampuan bayar yang tinggi dan tingkat perputaran uang yang sehat di kalangan nasabah.
Selain pinjaman dan pelunasan, kegiatan lelang barang gadai juga menunjukkan pergerakan menarik. Pada 2021, tercatat nilai lelang mencapai Rp57,3 miliar, angka tertinggi sepanjang periode lima tahun terakhir. Meski pada 2024 jumlahnya menurun menjadi Rp29,8 miliar, tren ini menandakan semakin banyak nasabah yang mampu menebus barang mereka sebelum jatuh tempo. Hal tersebut mengindikasikan adanya perbaikan ekonomi di masyarakat Bitung.
Baca Juga: Koperasi Non KUD di Bitung Tak Padam, Ini Rahasianya
Sementara itu, jumlah tunggakan selama lima tahun terakhir relatif terkendali. Pada tahun 2024, total tunggakan tercatat sebesar Rp1,27 miliar, jauh menurun dibanding tahun 2020 yang mencapai hampir Rp4,8 miliar. Penurunan ini menunjukkan peningkatan kedisiplinan pembayaran dan efektivitas manajemen risiko di cabang Pegadaian Bitung dan Girian.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa Pegadaian bukan sekadar lembaga pembiayaan alternatif, tetapi juga mitra keuangan yang berperan penting dalam menopang ekonomi masyarakat Bitung. Di tengah kebutuhan modal usaha, pendidikan, dan konsumsi, Pegadaian tetap menjadi solusi yang mudah diakses, cepat, dan dipercaya.
Kinerja positif Pegadaian Bitung selama 2019 hingga 2024 mencerminkan dua hal penting. Pertama, kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan tekanan ekonomi global dan nasional. Kedua, semakin tingginya kesadaran finansial warga dalam mengelola pinjaman dan pelunasan. Dengan sistem yang semakin modern dan layanan digital yang berkembang, peran Pegadaian di masa mendatang diperkirakan akan semakin strategis dalam mendukung inklusi keuangan di Kota Bitung.(pr)
Editor : Pratama Karamoy