Festival Tanjung Kelayang 2020 Geliatkan Kembali Pariwisata Indonesia
Foggen Bolung• Minggu, 15 November 2020 | 22:19 WIB
Tari-tarian daerah Belitung saat pembukaan rangkaian kegiatan Festival Tanjung Kelayang, Minggu (15/11). Foto: Foggen BolungMANADOPOST.ID—Delapan bulan pasca pandemi Covid-19, sektor pariwisata yang menjadi salah satu yang paling terdampak mulai bangkit. Sejumlah event pariwisata offline digelar. Khususnya di daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona hijau penyebaran Covid-19. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di mana hari ini (15/11) memulai rangkaian Festival Tanjung Kelayang, event yang sejatinya masuk dalam Calendar of Events Kementerian Parisisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tahun 2020. Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf Edy Wardoyo saat ikut menghadiri pembukaan Festival Tanjung Kelayang menuturka, perhelatan kegiatan ini mengutamakan penerapan protokol kesehatan. "Kami juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat di Kabupaten Belitung untuk tetap patuh dan melaksanakan protokol Kesehatan,” sebut Edy. Sementara, Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fattah menambahkan, kegiatan ini menunjukkan konsistensi Belitung dalam mengadakan agenda nasional. “Selanjutnya mengangkat kualitas kawasan ini sehingga menyamakan dengan provinsi lain di Indonesia, sebagai destinasi wisata nasional,” katanya. Di sisi lain, Bupati Kabupaten Belitung H Sahani Saleh menambahkan, Festival Tanjung Kelayang dihelat melalui evaluasi terlebih dahulu. Sehingga bisa dilakukan dengan standar protokol Kesehatan. “Semua pihak khususnya sektor pariwisata harus bangkit dan bergerak bersama dengan penegakkan protokol kesehatan, sehingga diharapkan bisa menumbuhkan kembali pariwisata Belitung dari dampak pandemi Covid-19,” ujar Sahani. “Dengan banyaknya gelaran event dalam Festival Tanjung Kelayang 2020 kami optimis kondisi ekonomi di daerah akan bangkit,” tegas Sahani. (*) Editor : Foggen Bolung