Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kembali Geliatkan Pariwisata, Ken Sugijanto Sukses Berkolaborasi dengan Puluhan Hotel di Bali

Tanya Rompas • Senin, 1 Februari 2021 | 15:25 WIB
Ken Sugijanto saat memberikan penjelasan terkait potensi pariwisata dengan topik
Ken Sugijanto saat memberikan penjelasan terkait potensi pariwisata dengan topik

MANADOPOST.ID— Munculnya Covid-19 sejak awal 2020 lalu, tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat. Tapi juga kesehatan ekonomi. Beberapa daerah di Indonesia pun terpaksa menerapkan kebijakan untuk menekan penularan Covid-19.

Salah satunya Bali. Mulai dari penutupan tempat ibadah, hotel, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, bandara, tempat wisata serta pembatasan- pebatasan berskala kecil lainnya, yang sempat membuat ekonomi lumpuh.

Hal ini pun mendapatkan perhatian dari Ken Sugijanto. Di mana, sejak Agustus hingga November 2020  Dosen Manajemen di Universitas Pelita Harapan Kampus Surabaya dan juga seorang travel influencer  tersebut melakukan kolaborasi dengan lebih dari 50 hotel di Bali. Yang esensinya untuk memulihkan kembali sektor pariwisata Bali yang sempat menurun akibat pandemi.

Adapun beberapa hotel yang berkolaborasi antara lain, St. Regis Bali Resort, Four Seasons Resorts Bali, COMO Hotels Bali, Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Viceroy Bali, Bulgari Resort Bali, Hanging Gardens of Bali, A Luxury Collection Hotel, The Garcia Ubud, dan lain-lain.

Ken menuturkan, sebelum pandemi, biasanya hotel berkolaborasi dengan influencer yang berasal dari luar negeri sehingga dapat meningkatkan minat International Tourist untuk menginap di hotel. Namun, lanjutya, ketika pandemi muncul, hotel mulai beralih target menjadi segmen lokal.

"Sehingga  influencer yang berasal dari dalam kota lebih dilirik oleh hotel untuk meningkatkan okupansi. Hotel di Bali yang telah merubah pasar menjadi segmen lokal memilih kota Surabaya untuk dijadikan target pasar dan Ken merasa beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk berkolaborsai dengan hotel-hotel yang ada di Bali," tekannya.

Dia pun bersyukur, meskipun belum stabil, namun hotel-hotel tidak berhenti berinovasi.

Sebagai soerang dosen Manajemen, Ken mengakui, bahwa dalam bisnis perhotelan harus lebih mementingkan inovasi dan kreativitas, sehingga tidak menurunkan performa hotel tersebut. Sebagai contoh, jika hotel-hotel tersebut mengubah pasar dari internasional ke lokal, maka harga kamar juga harus ikut menyesuaikan, dan fasilitas juga harus diubah sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.

Dia menuturkan,  pulau Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang layak dikunjungi selama pandemi, karena protokol kesehatan yang dimiliki setiap hotel juga sudah disesuaikan dengan standar yang ada, dan harganya yang tergolong ekonomis. Metode transportasi udara yang digunakan juga telah dilengkapi dengan filter udara HEPA filters (High-efficiency Paticulate Air) yang dapat menyaring 99.99% partikel udara.

Apalagi, saat ini banyak agen travel yang dapat membantu untuk mendapatkan voucher hotel bintang lima di Bali dengan harga yang ekonomis, namun dia merekomendasikan agen travel Evan Rachmad (@evanrachmad) sebagai agen travel yang terpercaya.

Ken menceritakan mengenai suka dan duka sebagai seorang travel influencer. Menemukan hal-hal baru, menambah koneksi, bertukar wawasan merupakan keuntungan yang diperoleh Ken selama berkolaborasi dengan hotel-hotel tersebut. Namun, banyak tenaga yang harus dikeluarkan saat menjalani kolaborasi tersebut, seperti berpindah-pindah hotel, membuat konten yang menarik hingga harus melakukan pengambilan video selama satu hari penuh.

Dengan adanya kesempatan tersbut, Ken berharap agar dapat terus menjadi travel influencer yang menginspirasi dan dapat berkontribusi dalam memanjukan sektor pariwisata di Indonesia. Tidak hanya menjadi travel influencer di Indonesia, Ken juga memiliki tujuan untuk menjadi travel influencer di kanca International. Dan hal tersebut dibuktikan dengan adanya ajakan kolaborasi dari hotel-hotel yang ada di Turki. Namun hal tersebut harus diurungkan karena adanya kondisi lockdown di sana.

Dia pun memberi pesan, di masa pandemi ini, untuk terus  berkarya sebanyak-banyaknya. Berkarya tidak hanya di dalam negeri namun sampai ke luar negeri. Ken juga berharap agar para genersai muda di Kota Surabaya belajar dari pengalaman dirinya dan ikut membantu memajukan sektor pariwisata di Indonesia. “Di masa pandemi ini, mari kita saling membantu dan menjaga diri masing-masing yang dapat dimulai dari menaati protokol kesehatan sehingga keadaan negara bisa pulih lebih cepat," tutupnya. (*/ayu)

Editor : Tanya Rompas
#Bali #UPH #Ken Sugijanto