Kasus Alat Bekas Tes Antigen Bikin Menteri BUMN Erick Thohir Murka
Clavel Lukas• Sabtu, 1 Mei 2021 | 11:56 WIB
Erick Tohir. (Jawapos)MANADOPOST.ID--Menteri BUMN, Erick Thohir murka. Ek Presiden FC Inter Milan ini mengutuk keras tindakan oknum petugas Kimia Farma yang menggunakan alat bekas dalam test antigen di Bandara Internasional Kualanamu. “Aksi tersebut harus diganjar hukuman yang sangat tegas. Saya meminta semua yang terkait, mengetahui, dan yang melakukan dipecat dan diproses hukum secara tegas,” kata Erick Thohir lewat cuitannya di Twitter dilansir dari Fajar.co.id, Jumat (30/4).
Dikatakan Erick, proses hukum sepenuhnya ia serahkan kepada aparat yang berwenang. Tapi pemeriksaan secara prosedur maupun organisasi akan dilakukan secara menyeluruh.
“Tak ada toleransi! Saya sendiri akan turun untuk melakukan evaluasi,” tekannya. Ilustrasi Test Antigen. Layanan rapid test di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara digerebek polisi pada Selasa, terkait dugaan pemalsuan proses rapid test antigen. (Antara) Sekali lagi, Erick menegaskan tindakan bawahannya itu tak bisa ditolerir bagi setiap pihak yang tidak sesuai dengan core value BUMN yakni akhlak. Budi pekerti yang baik itu telah menjadi kesepakatan bersama seluruh jajaran di perusahan BUMN. “Tak peduli siapa, apa jabatannya, semua yang melanggar silakan keluar. Khusus bagi kejadian di Kualanamu, kami mendukung aparatur hukum untuk memberi hukuman yang tegas,” pungkas Erick. Sementara itu, Polda Sumut mengungkap setidaknya ada 250 orang jadi korban swab tes antigen daur ulang di laboratorium yang dikelola Kimia Farma di Bandara Kualanamu. Parahnya, mantan Business Manager Kimia Farma, PM, dan empat bawahannya telah memulai tes antigen pakai alat bekas di Bandara Kualanamu, sejak Desember 2020. Polisi menduga aksi tersebut dilakukan untuk mencari untung. Mereka disebut mendapat Rp30 juta tiap hari dari aksi menggunakan alat tes antigen bekas itu. (fajar) Editor : Clavel Lukas