BASUARA: Membawa Suara Perempuan dan Anak, Melawan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak
Filip Kapantow• Selasa, 15 Juni 2021 | 10:10 WIB
Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dan Perempuan Indonesia Maju (PIM) kembali menggelar kegiatan secara virtual, BASUARA dan mengangkat topik mengenai Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, Selasa (15/6/2021), via zoom dan YouTMANADOPOST.ID - Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) baru saja memperingati berdirinya organisasi ini ke 48 tahun. Selama itu pula, rekam jejak kegiatan dan komitmen atas kepedulian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KKK kepada Budaya Minahasa, menjaga eratnya rukun kekeluargaan di rantau, namun tetap peduli pada kemajuan dan kesejahteraan di Sulawesi Utara. Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dan Perempuan Indonesia Maju (PIM) kembali menggelar kegiatan secara virtual, BASUARA dan mengangkat topik mengenai Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, Selasa (15/6/2021), via zoom dan YouTube, pukul 16.00 Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dan Perempuan Indonesia Maju (PIM) kembali menggelar kegiatan secara virtual, BASUARA dan mengangkat topik mengenai Pelecehan Seksual terhadap Perempuan dan Anak, Selasa (15/6/2021), via zoom dan YouTube, pukul 16.00 WIB. Kegiatan berbentuk virtual ini, maka peserta yang hadir bisa dari berbagai daerah dan pelosok negeri. Nantinya, informasi-informasi pembicara dari latar belakang berbagai profesi ini dapat menjangkau lebih banyak Perempuan dan Anak di Indonesia sehingga kegiatan ini turut berperan aktif dalam menambah kesadaran pada perempuan dan anak Indonesia untuk bersama-sama melawan pelecehan seksual. KKK dan PIM ingin turut berperan dalam mewujudkan kehidupan yang lebih terjamin dan aman bagi para Perempuan dan Anak di Indonesia. Turut berkontribusi untuk mendukung visi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, yaitu: Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. Salah satu latar belakang mengapa kegiatan BASUARA mengambil topik ini, karena dipicu kejadian yang menimpa anak (alm) Marsela Sulu yang masih berusia 13 tahun di Desa Koha, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. "Kami percaya bahwa banyak sekali pelecehan seksual yang diterima oleh perempuan dan anak di Sulawesi Utara dan secara luas di Indonesia, namun tidak tahu apa yang dapat mereka lakukan dan dimana mereka bisa mengadu serta mengetahui dimana mereka bisa mendapatkan perlindungan. Melalui BASUARA, generasi penerus semakin terlindungi dan menjadi generasi yang sehat secara jasmani dan rohani," harap Angelica Tengker, Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua. "Harapan kami, diskusi BASUARA ini kiranya dapat membuka wawasan masyarakat mengenai kekerasan seksual, baik itu penyebabnya, dampaknya dan payung hukumnya. Akhir dari kegiatan ini, kiranya kami dapat menyusun sebuah rangkuman rekomendasi yang dapat kami sampaikan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dimana rekomendasi kami akan berdasarkan masukan dari akademisi, profesional juga masukan dari masyarakat yang mengikuti virtual BASUARA," urainya. Diketahui, pembicara pada acara BASUARA yakni, Pdt Ruth Ketsia Wangkai MTh (Aktivis Perempuan), Hillary Brigitta Lasut SH LLM (Anggota DPR RI), Dr dr Theresia Kaunang SpKJ (K) (Psikiater Remaja dan Anak), Dr Ray Larasati Simatupang (Doktor Ilmu Kriminologi), Zoya Amirin MPsi FIAS (Seksolog Klinis), Dr Preysi Siby SE Spsi SPd MSi (Ilmuwan Psikologi), hingga Penanggap Erlinda MPd (Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden). Lana Koentjoro-Togas SH, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Kerukunan Keluarga Kawanua yang juga Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju mengatakan, sebagai seorang perempuan dan seorang Ibu, tentu saja sangat miris melihat kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak. "Untuk itu, dirasa perlu mengangkat hal ini untuk dibahas dari berbagai aspek seperti; hukum, psikolog, seksolog, dan lain-lain sehingga masyarakat semakin terbuka wawasannya mengenai kasus kekerasan di tengah-tengah kita," tegasnya. Diharapkannya, acara dapat berlangsung serius tetapi juga segar karena dipandu Moderator handal Rony Imannuel atau lebih dikenal Mongol. Beberapa responden tergelitik ingin tahu bagaimana seorang Mongol dapat berperan pada pembicaraan yang sangat sensitif bagi kaum Perempuan dan Anak. "Penasaran? Mari luangkan waktu dan turut mendengarkan," ajaknya. Untuk keterangan lebih lanjut harap menghubungi Catherine R (0818751654). Tunggu apa lagi, buruan daftar di link pendaftaran https://s.id/RegKKKPIM2021, Zoom :Meeting ID: 844 6178 5251 Passcode: KKKPIM, https://us02web.zoom.us/j/84461785251?pwd=cG9ZTS9WUVdoTmpWaWRvbHlhU20rQT09dan saksikan live melalui Youtube: DPP KKK Channel, https://youtube.com/channel/UC0jN1_6sRb492DVuXGsU-mw. (*) Editor : Filip Kapantow