Hebohkan Warga, Penjaga Tambak Ditemukan Tewas, Kaki Kanan Hilang
Clavel Lukas• Minggu, 22 Agustus 2021 | 08:39 WIB
Ilustrasi.MANADOPOST.ID--Warga Bulungan, Kalimantan Utara dibuat geger. Penjaga tambak berinisial IR (62) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan tambak Pulau Tias. Dilansir dari pojoksatu, saat ditemukan, pria asal Bone Sulawesi Selatan (Sulsel) itu sudah tak memiliki kaki kanan. Korban diduga tewas dimangsa binatang buas. Kaki kanannya putus dan tidak ditemukan. Mayat IR ditemukan tergeletak di lokasi tambak pada Kamis (19/8) sekitar pukul 18.30 WITA. Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi melalui Kaur Bin Ops Satreskrim, Ipda Eka Vollyanto mengatakan, usai ditemukan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk dilakukan visum. Saksi yang menemukan langsung membuat laporan ke Polres Tarakan. “Dari keterangan yang kita dapatkan dari pelapor, korban terakhir kali terlihat di tambak pada 17 Agustus lalu. Saat itu pelapor hanya ke tambak untuk antar bibit dan kembali pulang ke Tarakan,” katanya. Korban pertama kali ditemukan oleh penjaga tambak di sebelah tambak yang dijaga korban. Ia curiga lantaran korban tak terlihat melakukan akitivis. Setelah dicari, korban pun didapati tergeletak dengan keadaan kaki kanan sudah hilang. “Saat ditemukan di samping korban ada senter yang masih menyala dan ada ember juga,” sebut Eka. Dari hasil visum yang dilakukan di RSUD Tarakan, lanjut Eka, kaki korban putus mulai dari lutut hingga ke bawah. Kemudian tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan dari tubuh korban. Polisi menduga korban diterkam binatang buas setelah didapati adanya bekas gigitan di kaki kanan korban yang hilang. “Diduga korban sudah dua hari meningga dunia,” imbuh Ipda Eka. Dari hasil pemeriksaan polisi terhadap pemilik tambak, didapati korban memiliki riwayat penyakit lambung. Bahkan sempat diminta untuk istirahat selama dua pekan, namun korban malah memilih untuk tetap bekerja. Korban diketahui menjaga tambak seorang diri dan bekerja sejak tahun 2009. “Setelah divisum, korban langsung dimakamkan oleh pemilik tambak yang dijaga korban. Karena korban ini tidak memiliki kerabat di Tarakan,” ujar Eka. Korban diketahui masih berstatus warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Hanya pemilik tambak yang mempekerjakan korban dan sudah dianggap sebagai keluarga. “Selama di Tarakan korban menginap dirumah pemilik tambak di Gang Agatis, Jalan Kusuma Bangsa,” tutup Ipda Eka. (zar/lim/prokal) Editor : Clavel Lukas