Astaga! Oknum ASN Jadi Pemasok Senjata Api untuk KKB
Tanya Rompas• Kamis, 23 September 2021 | 08:56 WIB
Ilustrasi. (ANTARA HO-HUMAS SATGAS NEMANGKAWI)MANADOPOST.ID— Satu lagi pemasok senjata api dan amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) tertangkap. Satgas Nemangkawi menangkap pemasok senjata api berinisial ES di Yahukimo kemarin (22/9). Iroisnya, ternyata ES merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemda Yahukimo. Waka Ops II Nemangkawi Papua Kombespol Muhammad Firman menuturkan, setelah mendapatkan informasi masyarakat, petugas melakukan penggerebekan terhadap sebuah truk yang diduga bermuatan logistik untuk kelompok separatis teroris (KST) itu. ”Masyarakat mencurigai membawa sesuatu,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin. Truk tersebut merupakan kendaraan berplat merah, milik Pemda Yahukimo. Setelah dihentikan, pengemudi truk berinisial ES itu diamankan bersama sejumlah orang. ”Lalu, ES diperiksa di Mako Polres Yahukimo,” tuturnya. Dari pengembangan itu kemudian petugas kembali melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang beralamat di Jalur Satu Bawah Komplek Ambruk Kota Dekai, Yahukimo. Di rumah tersebut ternyata tersimpan amunisi dan magazine yang diduga untuk memasok KST. ”Semua itu diduga akan diberikan ke kelompok teroris,” terangnya. Sejumlah barang bukti tersebut, diantaranya 26 butir amunisi caliber 5,65 mm, delapan butir maunisi caliber 38 SPC, Sebuah magazine M-16, berbagai jenis senjata tajam, laptop, HT, computer, speaker dan megaphone. ”Semua disita,” paparnya. Penangakapan ASN berinisial ES ini merupakan kali kedua. Sebelumnya, ada seorang kepala distrik berinisial EB dan 15 orang yang ditangkap karena diduga menjadi penyandang dana dan memasok senjata api ke KST. ”Sebelumnya 27 Agustus itu EB kepala distrik yang juga ASN,” ujarnya. Terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono menyampaikan, pihaknya akan terus mengejar pelaku penyerangan dan pembunuhan tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang. Menurut dia, tindakan yang dilakukan KST sangat kejam dan biadab. "Kodam XVII/Cenderawasih bersama Polda Papua akan melaksanakan pengejaran serta penindakan terhadap pelaku kekerasan, kekejian, dan kebiadaban yang sudah diluar batas kemanusiaan,” terang Yogo kemarin. Guna menuntaskan tugas itu serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat, Kodam XVII/Cenderawasih sudah menambah pasukan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Keterangan tersebut disampaikan oleh Yogo usai menjenguk tenaga kesehatan yang masih dirawat di RS TK II Marthen Indey. Dia sengaja datang untuk menyemangati dan memberi dukungan kepada tenaga kesehatan yang jadi korban aksi KST beberapa hari lalu. "Agar mereka lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala,” harapnya. Dalam kesempatan itu, Yugo juga memberikan sejumlah bantuan kepada para tenaga kesehatan tersebut. Dia pun memberi tawaran khusus untuk mereka. Setelah pulih, mereka bisa bekerja di RS TK II Marthen Indey. "Jika sudah betul-betul sembuh dan ingin bekerja kembali di bidang kesehatan, maka saya selaku pangdam XVII/Cenderawasih membuka pintu untuk bekerja sebagai tenaga honorer di RS TK II Marthen Indey,” ungkap jenderal bintang dua TNI AD itu.(jawapos) Editor : Tanya Rompas