Brigjen TNI Rano Tilaar Pimpin Upacara Ziarah Hari Pahlawan, Digelar DPP KKK
Filip Kapantow• Rabu, 10 November 2021 | 17:03 WIB
KENANG SEJARAH: (dari kiri) Perry Tangkilisan, Ansye Eman, Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker, Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Rano Tilaar, Ramo Sumolang, Sylvia Mogot, Sekjen DPP KKK Michael Lakat peringati Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP)MANADOPOST.ID - Korem 052/Wijayakrama bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) yang dipimpin Angelica Tengker, peringati Hari Pahlawan 10 November. di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna, Kota Tangerang, Selasa (9/11/2021). Upacara Ziarah dipimpin Danrem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Rano Tilaar serta diikuti sejumlah pimpinan dan personil Kodim wilayah Korem 052 Wijayakrama, sejumlah pengurus dan anggota KKK, perwakilan keluarga besar Daan Mogot, mahasiswa IBM ASMI dan taruna STIMar AMI Jakarta. Hadir pula Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kolonel Dadang Ismail Marzuki Dandim 0503/JB, Kolonel Inf Roynald Sumendap Dandim 0502/JU, Kolonel Inf Mangasa Situmorang Kasiter Korem 052/Wkr, Kolonel Inf Harisal Ismail Subing Kasi Pers Kodim 052/Wkr, Letkol Inf Bangun Siregar Dandim 0510/Trs, Letkol CZI Herman Abdulah Ambo Lele S Kasiren Korem 052/Wkr, Letkol Coba Andy Triyono Kasilog Korem 052/Wkr, AKBP Indra Kusuma Kasat Sabara Polrestro Tangerang Kota. Sejumlah pengurus, pembina dan penasehat DPP KKK antara lain Ramo Sumolang, Ansye Eman, Perry Tangkilisan, Sylvia Mogot beserta beberapa perwakilan keluarga Daan Mogot, Sekjen DPP KKK Michael Lakat, Wabendum Victor Octavian, Sekjen DPP Permesta Izer Lisangan, Ketua KRI Jahja Maramis, serta Ketua Bidang KKK Ifan Pioh, Janny Kirojan, Siylvia Tumatar, Jerry Logahan dan Jimmy Endey. Menurut Komandan Korem 052/Wijayakrama Brigjen TNI Rano Tilaar, peringatan Hari Pahlawan dilaksanakan di TMP Taruna Tangerang, karena tempat tersebut mempunyai nilai sejarah berdirinya akademi militer pertama di Indonesia bernama Akademi Militer Tangerang. Hari Pahlawan yang sebenarnya jatuh pada 10 November 2021, sengaja diperingati pada Tanggal 9 dikarenakan Tanggal 10, akan dilaksanakan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata yang akan dipimpin langsung Presiden. "Nah jadi kita memajukan satu hari sebelumnya, karena makna dari pelaksanaan kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kota Tangerang, karena di sinilah pernah didirikan Akademi Militer yang pertama di Indonesia, ketika Bangsa Indonesia baru memproklamirkan kemerdekaannya tahun 1945," jelasnya Berdirinya Akademi Militer Tangerang dengan Gubernur Akademi Militer Mayor Daan Mogot, yang kemudian terlibat penuh perlucutan senjata tentara Jepang, yang mana dalam perlucutan senjata tersebut, Gubernur Akademi Militer Tangerang bersama para tarunanya berhasil melucuti senjata tentara Jepang,. Tapi ternyata ada senjata yang meletus dan pada saat itulah terjadi kontak tembak, yang akhirnya menjadi suatu pertempuran yang mengakibatkan gugurnya Gubernur Akademi Militer Tangerang sendiri yaitu Mayor Daan Mogot beserta dengan beberapa orang taruna. Dan mereka dikenang sebagai pahlawan peristiwa heroik yaitu Pertempuran Lengkong. Beberapa hari kemudian, makam mereka dipindahkan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Tangerang. "Jadi upacara dan tabur bunga yang kita laksanakan ini momentumnya sesuai dengan hari pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. Sekaligus ada ikatan emosional terutama kepada keluarga Kawanua pada umumnya dan khususnya adalah keluarga besar dari Pahlawan Daan Mogot," ungkapnya. Ditambahkannya, upacara yang dilaksanakan dihadiri juga perwakilan dari pemerintah kota, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin. Wawali menyampaikan, saat ini Pemerintah Kota Tangerang telah mengajukan Daan Mogot menjadi Pahlawan Nasiional, yang proses nantinya akan diajukan melalui DPRD setempat. “ Proses selanjutnya, arbitrase akan mengatakan almarhum ini menjadi pahlawan nasional," sambungnya. Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker menegaskan Upacara Ziarah di Makam Daan Mogot untuk memperingati Hari Pahlawan., agar warga Kawanua lebih mengenal pahlawan asal Sulut, sekaligus lebih mensosialisasikan lokasi Daan Mogot dimakamkan, agar masyarakat Kawanua juga lebih mengetahui sejarahnya dan dapat diteruskan ke generasi selnjutnya. Ini adalah bentuk penghormatan kepada satu sosok yang luar biasa, karena perjuangannya masih di usia yang sangat muda mulai 17 tahun. Perjuangannya, terkenal sebagai Pertempuran Lengkong. Dimana jelas keberaniannya dalam melawan Jepang, dan kepemimpinannya dalam berusaha melindungi kelompoknya. "Semakin sering juga kita sosialisasikan ke anak-anak muda juga. Selama ini, usia muda juga bukan halangan untuk berjuang sesuai kemampuan masing-masing. Dan untuk mengangkat persatuan dan juga menjaga kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dengan mempelajari lagi sejarah, tentunya sejarah yang berasal dari sosok-sosok orang-orang Minahasa, Sulawesi Utara yang telah banyak berbuat untuk merebut kemerdekaan, untuk menjaga kemerdekaan, itulah yang menjadi panutan dan keteladanan untuk kita semua," urai Tengker. Selama ini masyarakat pada umumnya hanya mengenal Daan Mogot yang diabadikan sebagai nama jalan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Tangerang-Jakarta. "Belum banyak yang mengetahui bahwa sosok Daan Mogot merupakan putra Kawanua,” sambung Tengker yang juga merupakan Ketua Umum DPP Permesta. (***) Editor : Filip Kapantow