Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Prajurit KASAD Dudung yang Tewas Gantung Diri, Awalnya Terlihat Mondar-mandir, Ini Fakta Lainnya

Grand Regar • Minggu, 5 Desember 2021 | 13:53 WIB
Korban semasa hidup (kiri), foto lain Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan tergantung di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung, Sabtu (4/12). (Istimewa)
Korban semasa hidup (kiri), foto lain Tim SAR Gabungan saat mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan tergantung di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang, Badung, Sabtu (4/12). (Istimewa)
MANADOPOST.ID-Prajurit KASAD TNI Jenderal Dudung Abdurachman yang berdinas di Kodam IX/Udayana, teridentifikasi bernama I Nyoman Trika Daryanta, 22, ditemukan tewas gantung diri di Jembatan Tukad Bangkung, Banjar/Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Sabtu (4/12) pagi. Korban gantung diri menggunakan tali pada lehernya yang diikat pada pagar pembatas jembatan tepat pada tiang ujung barat sebelah utara jembatan. Belum diketahui latar belakang korban mengakhiri hidupnya dengan cara ulah pati (bunuh diri) itu. Peristiwa tewasnya korban baru diketahui warga sekitar pukul 09.00 Wita. Sontak peristiwa tersebut membuat warga setempat geger. Warga yang mengetahui pertama kali kejadian itu tidak berani melakukan apa-apa, sebab pada tempat korban gantung diri kedalamannya sekitar 60 meter. Menurut informasi dari warga di sekitar lokasi bahwa korban yang diketahui berasal dari Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Tabanan itu pagi-pagi buta terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi. Warga yang melihatnya tidak curiga, sebab korban mengenakan sepatu kets, jaket tractop, dan topi layaknya orang olahraga. Apalagi di jembatan tersebut memang sering digunakan untuk lari pagi oleh warga. Seorang warga mengaku bernama Nyoman Jana ditemui di lokasi kejadian kemarin siang mengatakan tidak mengetahui persis peristiwa tersebut. Pria yang kesehariannya berdagang di lokasi mengaku mengetahui peristiwa itu setelah aparat kepolisian mendatangi TKP sekitar pukul 10.00 Wita. Awalnya polisi yang datang ungkap Nyoman Jana juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lantas Aparat kepolisian lalu berkoordinasi dengan Basarnas Bali. Pukul 12.15 Wita sebanyak tujuh personel dari Basarnas Bali tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evaluasi. Para personel terlatih itu membutuhkan waktu 50 menit untuk mengangkat korban ke atas jembatan. "Sepertinya korban itu sudah merencanakan perbuatannya. Dia bawa tali tambang warna biru yang sudah dipintal sebesar jari kelingking orang dewasa. Kalau dia tidak merencanakan pasti aksinya diketahui warga sekitar. Kata polisi tidak ditemukan identitas korban," ungkap Nyoman Jana. Aparat Polsek Petang dibantu Polres Badung yang mendatangi lokasi kejadian menemukan satu unit sepeda motor Honda Vario DK 8791 DN yang diparkir di parkiran sebelah barat jembatan. Diketahui motor tersebut yang dikendarai korban untuk menuju ke lokasi kejadian. Selain itu juga ditemukan jaket TNI dan topi bertuliskan sniper. Kapolsek Petang AKP I Nyoman Budiasa dikonfirmasi kemarin sore enggan berkomentar, meskipun hanya dimintai kronologis singkat peristiwa heboh tersebut. Kapolsek yang baru menjabat itu mengaku masih dalam penyelidikan. "Masih dalam proses lidik," tulis AKP Budiasa lewat pesan WhatsApp. Sementara Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada mengatakan dalam operasi SAR turut melibatkan unsur SAR Samapta Polda Bali, Inafis Polres  Badung, Polsek Petang sebanyak 20 orang, Babinsa Desa Pelaga, TRC BPBD Kabupaten Badung, SAI Rescue, PMI Kabupaten Badung, Puskesmas Petang, dan masyarakat setempat. "Setelah dapat informasi kami langsung menerjunkan 7 orang personel. Proses evakuasi berjalan lancar, tidak ada kendala," ungkap Darmada. Terkait korban yang diinformasikan anggota TNI AD Kodam IX/Udayana, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Letkol Kav Antonius Totok Yuniarto membenarkan korban merupakan anggota TNI yang berdinas di Kodam IX/Udayana. Namun dia enggan berkomentar banyak. Letkol Antonius berdalih saat ini sedang melakukan identifikasi. Terkait identitas anggota tersebut dan dari satuan apa, Kapendam mengaku masih dilakukan investigasi lebih lanjut. "Anggota mananya belum tahu, tetapi dipastikan anggota kita. Sebenarnya saya sudah tahu namanya, tapi apakah benar, karena investigasinya belum ada. Kodam membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus ini," ungkap Kapendam Letkol Antonius. Sementara itu, Perbekel Pelaga, Made Ordin mengatakan evakuasi jenazah korban ke atas jembatan berhasil dilakukan sekitar pukul 13.00 Wita. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke Puskesmas Petang untuk dilakukan pemeriksaan. Kata Ordin, mengingat beberapa kali telah terjadi kejadian yang tidak diinginkan di tempat tersebut, pihaknya berencana akan merembugkan terkait upacara pembersihan atau penyucian wilayah di areal Jembatan Tukad Bangkung.(nbali) Editor : Grand Regar
#Kodam IX Udayana #TNI AD #I Nyoman Trika Daryanta #KASAD Dudung Abdurachman #Prajurit KASAD Dudung