MANADOPOST.ID-Undang-undang nomor 3 Tahun 2022, tentang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, merupakan landasan hukum pelaksanaan pembangunan.
“Sebagaimana kita ketahui, pola pembiayaan pembangunan 20% porsi pemerintah dan 80% porsi swasta, baik domestik maupun manca negara,” ungkap Revli Orelius Mandagie, Direktur Utama PT INTI KREASINDO NUSANTARA.
Sejalan dengan itu, Lembaga Kajian Nawacita yang berdiri sejak tahun 2014, (d/h Lembaga Kajian Nusantara), menurutnya selama ini terus kontribusi melalui berbagai kajian ilmiah yang berbasis professional, termasuk kajian pemindahan Ibu Kota Negara.
Berjalannya waktu, penetapan UU IKN Nusantara, mendorong Lembaga Kajian Nawacita membentuk Komite Ibu Kota Negara dan berlanjut pada 12 Maret 2022, mendirikan PT. INTI KREASINDO NUSANTARA (PT. IKN) yang secara khusus akan berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan IKN Nusantara.
Sebagai badan usaha swasta nasional, PT IKN terus menerus melanjutkan terobosan untuk menjaring kemitraan strategis dengan jaringan investor dalam negeri dan manca negara: Timur Tengah, Eropa, USA, Tiongkok, dan lain-lain. Alhasil, daya minat investor sangat tinggi sehingga berbagai persiapan promosi dan presentasi terus menerus dimaksimalkan.
“Terus bergulir, salah satu investor dari Tiongkok, CHINA CONSTRUCTION FOURTH ENGINEERING DIVISION CORP LTD, serta merta menyatakan minat untuk ikut dalam pembangunan IKN Nusantara, dan bersamaan dengan itu, LIU YIPENG, County Manager for Indonesia memimpin delegasi Tiongkok dan secara marathon melakukan pertemuan bisnis dengan jajaran Manajemen PT INTI KREASINDO NUSANTARA,” urai Revli Mandagie.
Diketahui, Revli Orelius Mandagie, DIrektur Utama PT IKN, didampingi Samsul Hadi, sebagai Komisaris Utama, menandatangani kesepahaman minat dalam rangka kemitraan strategis untuk pembangunan IKN Nusantara. Delegasi Indonesia, PT IKN juga ikut hadir Marsudiyanto, Peter Liu, Windhu Hindharto, Ngasiman Djokonegoro, Luthfi Handayani.
Target pembangunan IKN Nusantara, setidaknya 17 Agustus 2024 menjadi momentum pelaksanaan peringatan Detik-detik Proklamasi, akan dilaksanakan di IKN Nusantara yang baru.
“Tahun 2022 ini, akan segera dimulai pembangunan, sedang persiapan untuk peletakan batu pertama.”
“Pihak investor China Construction, sangat antusias dan akan segera melakukan pembahasan estafet bersama mitra lokal PT IKN,” papar Revli Mandagie.
Lanjutnya, berbagai potensi dan peluang bisnis menjadi sasaran beberapa investor, bidang infrastructure, kawasan agro industrri, perumahan ASN, dan tidak kalah penting bidang energi primer.
Bahwa potensi pengelolaan energi primer, optimalisasi sumber daya mineral disekitar IKN Nusantara, memiliki peluang besar.
Gasifikasi batubara, pabrikasi battrei dengan bahan baku batubara sehingga nilai tambah produk akhir lebih besar manfaat dibandingkan ekspor bahan mentah.
“Dengan demikian, harapan besar pemindahan Ibu Kota Negara semakin jelas dan dukungan dari semua stake holder, masyarakat Indonesia sangat diharapkan,” pungkasnya.(gnr)
Editor : Grand Regar