PhotoMANADOPOST---Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalokasikan sejumlah Rp2,72 triliun untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah pada tahun 2023 mendatang. Program tersebut dicanangkan Kementerian PUPR guna mendorong kesejahteraan masyarakat di tengah ketidakpastian perekonomian yang disebabkan pandemi Covid-19. Pemberian BSPS tersebut dilakukan melalui skema padat karya tunai yang dianggarkan sejumlah Rp2,72 triliun bagi 103.000 unit rumah. Alokasi tersebut termasuk dukungan penanganan kemiskinan ekstrem sebesar minimal 20 persen menggunakan data BKKBN. “Melalui BSPS, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan mendapatkan bantuan untuk meningkatkan kualitas, sarana, prasarana, dan utilitas rumahnya. Selain itu, dengan skema PKT, masyarakat juga akan mendapatkan upah untuk menambah penghasilan,” urai pihak Kementerian PUPR (18/11). Dengan berjalannya program tersebut sepanjang tahun 2023 mendatang, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sejumlah 206.000 pekerja. Adapun berdasarkan data yang dirangkum, program BSPS 2023 mendatang mengalami penurunan lebih dari 50 persen dibandingkan tahun 2022. Dimana BSPS 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,016 triliun untuk 186.172 unit rumah. Dari jumlah tersebut, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 379.797 tenaga kerja yang diserap dalam program PKT melalui BSPS, yang terdiri dari 372.344 tukang dan 7.453 tenaga pendamping masyarakat. (des) Editor : Desmi Babo