Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Banjir Manado Diakibatkan Cuaca Ekstrim. Terparah di Bailang, Bendungan Kuwil Minimalisir Dampak

Desmi Babo • Jumat, 27 Januari 2023 | 18:12 WIB
AIR MELUAP: Tampak banjir yang terjadi di Kecamatan Tikala, (27/1/2023).
AIR MELUAP: Tampak banjir yang terjadi di Kecamatan Tikala, (27/1/2023).
MANADOPOST.ID---Cuaca ekstrem yang melanda sebagian Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sejak tadi malam, dimana cura hujan dengan intensitas tinggi dan lebat mengguyur sebagian besar kota Manado dan sekitarnya menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Terpantu Manado Post daerah Bailang, Mahawu, Buha, Ternate Tanjung, Kampung Tubir, Banjer, Taas, Tikala, Paniki, Malalayang, Sario merupakan daerah terparah yang dilanda banjir dan tanah longsor tersebut.
Photo
Photo
Tampak situasi banjir yang terjadi di Paniki, depan Kawasan Perumahan Kilu Permai. Menurut kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSS I) Ir I Komang Sudana MT, bahwa banjir yang terjadi diakibatkan oleh curah hujan yang ekstrim. “Jadi seperti yang sudah dirilis oleh BMKG curah hujannya ekstrim dan menyebar merata di seluruh wilayah Sulut," kata Sudana. Sementara itu, untuk langkah penanggulangan banjir melalai Bandungan Kuwil, Sudana menyebutkan bahwa BWSS I telah melaksanakan tindakan dengan menutup pintu air, sehingga dapat tertampung melalalui Bendungan Kuwil. "Tindakan yang telah dilakukan BWS Sulawesi I, yakni pada Sungai Tondano sudah dikendalikan, dengan menutup pintu bendungan. Jadi muka air bendungan Kuwil, tadi pagi berada di elevasi 96, sore ini sudah di elevasi 98. Dengan volume tampungan dari 26.89 juta meter kubik, sekarang sudah menampung 22 juta meter kubik. Kalau misalnya tidak ada bendungan ini, banjir dibawah itu akan lebih luas lagi," ungkap Sudana.
Photo
Photo
REDAM BANJIR: Saat hujan deras melanda Kota Manado, Bendungan Kuwil tengah menampung debit air dari Sungai Tondano. Terpantau hingga Pukul 17.00 WITA, Bendungan Kuwil tengah menampung air hingga elevasi 98. Ia pun menguraikan bahwa curah hujan tinggi tersebut telah mengakibatkan genangan air yang bersumber dari beberapa aliran sungai lainnya terutama masuk melalui permukiman. "Hanya kita tidak bisa 100 persen mencegah banjir, karena fungsi bendungan cuma mereduksi banjir 25 persen. Adapun situasi di hilir Kota Manado, intensitas curah hujannya itu 300 milimeter artinya curah hujannya sangat ekstrim. Sedangkan dihulu hanya 30 millimeter. Dengan demikian, meski pintu air sudah ditutup, namun air itu tidak hanya dari sungai Tondano. Tapi juga masuk dari permukiman, sumbatan-sumbatan drainase bahkan air sungai juga meluap dari sungai dan anak sungai lainnya seperti Mahawu dan Bailang,” jelas Sudana.
Photo
Photo
Banjir yang melanda Wonasa, Kota Manado. Adapun sebagai langkah penanganan banjir di Manado, Sudana menyebutkan hingga kini BWSS I telah melaksanakan penanganan bersama BPBD. "Kita sudah turunkan Satgas Bencana untuk terjun langsung dan mengirimkan perahu karet juga membantu merelokasi warga yang terkena untuk kemudian diamankan di tempat pengungsian. Kita juga sudah turun untuk berkoordinasi dengan BPBD Sulut dan Manado," jelas pria berdarah Bali ini, seraya menguraikan kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan yakni meliputi jangka pendek dan jangka panjang. "Sebagai jangka pendek kita rutin akan terus menormalisasi sungai Tikala, Sario dan Tondano. Kedua melakukan pola pengoperasian bendungan serta kita akan koordinasi untuk perbaikan pola buangan air bukan hanya sungai tapi saluran pembuangan dari permukiman juga harus diatur sehingga kita berupaya untuk mengendalikan banjir ini," terang Sudana. Ia pun mengajak agar keterlibatan aktif semua pihak diimbau untuk dapat mengendalikan banjir secara menyeluruh. "Kerlibatan dari semua pihak itu solusinya. Sebagai langkah jangka panjang untuk pengendalian banjir Manado pun telah diprogramkan di BWSS I melalui Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir dengan bantuan Bank Dunia NUFReP yang sementara berproses pembebasan lahannya di BPN," ungkapnya. Sementara itu terpisah, hal senada diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Joy Oroh. Saat dihubungi Manado Post, Oroh mengatakan bahwa banjir diakibatkan oleh curah hujan tinggi. “Terutama di Manado Utara yaitu Bailang dan sekitarnya. Yang parah ada juga di Tikala, Taas dan titik lainnya yang sementara kita himpun datanya,” jelas Oroh. Terkait langkah penanggulangan yang dilaksanakan BPBD Sulut, Oroh mengatakan bahwa pigaknya telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk mengamankan warga terdampak banjir dan longsor. "Langkah awal, kita mengamankan warga yang terkena musibah ke tempat pengungsian dan untuk sementara ditempatkan di gedung pemerintahan atau di tempat ibadah yang aman, kemudian diberikan makanan tentunya,” kata Oroh. Lanjut kepala BPBD Sulut ini pun bahwa semua SKPD telah digerakkan untuk membantu masyarakat yang terdampak. “Jadi 40 SKPD juga telah dimintakan untuk membantu dan semuanya dihimpun di Kantor Gubernur dan kemudian diantar ke tempat pengungsian,” terang oroh. Ditambahkan pula Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulut John Wangow bahwa lamanya curah hujan di Manado telah berdampak pada genangan air di permukiman warga. "Memang kalau sudah 10 jam nonstop, curah hujannya sudah dapat menyebabkan banjir, karena daya tampung di sungai sudah tidak mencukupi. Untuk sementara ini yang paling rawan di Bailang, Buha, Malalayang, Ternate Tanjung dan Tikala," kata Wangow. Senada dengan Kepala BPBD, Wangow pun menyebutkan bahwa hingga kini pigaknya telah melaksankan beberapa langkan evakuasi untuk mengamankan masyarakat. "BPBD saat ini melakukan penyelamatan dan evakuasi dengan mengungsikan warga di daerah yang aman. Kita terus berkoordinasi agar warga dapat dievakuasi di gedung gedung yang layak untuk tempat pengungsian sementara," tutup Wangow. (Desmianti Babo) Editor : Desmi Babo
#Banjir Manado 2023 #BWS Sulawesi I #Banjir Manado #Bendungan Kuwil Kawangkoan #BPBD