Menteri Risma Bantu Korban Bencana Manado dan Akan Perbaiki Fasilitas Rumah Relokasi Pandu.
Desmi Babo• Selasa, 31 Januari 2023 | 15:37 WIB
PEDULI: Menteri Risma membagi-bagikan snack dan mainan untuk anak-anak di tempat pengungsian Gereja KGPM Petra Cempaka berharap agar para anak dapat terhibur atas musibah yang dialami.MANADOPOST.ID-- Menteri Sosial Tri Rismaharini mengadakan kunjungan ke Kota Manado, Selasa (31/1) dalam rangka melihat langsung Keadaan pasca Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi pada 27 Januari 2023 lalu. Dalam kunjungannya, Menteri Risma didampingi Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adrianus Alla mendatangi beberapa lokasi dan diterima langsung oleh Wakil Walikota Manado Richard Sualang. Sementara itu, pada lokasi longsor yang berada di kompleks Rumah Dinas Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado, Menteri Risma menyebutkan agar penduduk kawasan tersebut harus mengutamakan keselamatan dan dapat segera dipindahkan pada rumah relokasi Pandu. “Kalau lihat kontur-kontur lahan disini itu sangat risk (beresiko) jadi saya sudah bicara dengan Pak Wawali, katanya untuk rumah-rumah yang berbahaya itu sudah disiapkan tempat yang 3.000 rumah oleh Pemkot. Mamang jangan dilihat dari jauh, tapi harus diutamakan keselamatan kita,” urai Risma. Ia pun menyayangkan, warga yang tinggal di bantaran sungai dan rawan longsor. Sehingga Risma menegaskan agar warga dapat juga peduli masa depan anak hingga keluarga. “Sudah disediakan angkutan, sekolah, pasar tapi ngak ditempati oleh warga. Kasian seorang bapak atau ibu yang mencari nafkah, terus untuk situasi ini ngak mau pindah, akhirnya ada korban. Kita bayangkan anak-anak itu seperti apa, pasti kesulitan makan, sekolah. Jadi ini antisipasi agar kehidupan anak dan keluarga akan lebih baik,” terang mantan Walikota Surabaya ini. Ia pun menjelaskan bahwa akibat Global Warming sehingga cuaca tidak menentu, sangat dibutuhkan perhatian warga agar lebih memperhatikan keselamatan. Photo BAWA SANTUNAN: Menteri Risma didampingi Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Laksamana Pertama TNI Nouldy J Tangka dan Lurah Kelurahan Kairagi saat membawa santunan untuk keluarga korban bencana alam tanah longsor yang terjadi di Rumah Dinas, belakang komplek TNI AL Lantamal VIII. Longsor tersebut mengakibatkan salah satu PNS TNI AL Lantamal meninggal dunia. “Global warming yang terjadi di seluruh dunia, yang dingin makin dingin, panas makin panas jadi dampak global warming ini akan terus terjadi. Cuaca akan menjadi tidak karuan jadi kita harus utamakan keselamatan,” pesan Menteri Sosial kepada seluruh warga yang terdampak bencana. Dalam peninjauan pada beberapa lokasi bencana banjir di Manado, Menteri Risma pun mengingatkan kepada Walikota dan Wakil Walikota, agar warga di bantaran sungai dan lokasi rawan longsor dapat direlokasi, tak terkecuali rumah Dinas pemerintah. “Rekomendasinya masyarakat di rawan longsor atau banjir harus pindah. Ya untuk rumah pemerintah juga, Pak Walikota sudah siapkan 3.000 rumah yang bisa ditempati. Kalau sekarang memang masih sepi, tapi kalau nanti semua korban banjir, longsor berbondong-bondong pindah ke sana kan ramai,” jelas Risma. Terkait warga yang menghuni areal banjir di Kelurahan Molas Kecamatan Bunaken, Menteri Risma pun meminta agar Pemkot dapat melaksanakan relokasi. “Katanya rumah disini habis, terus ada sengketa tanah disini. Sehingga tadi disarankan untuk ada rumah semi permanen. Tapi Pak Wawali menyampaikan itu bisa direlokasi, karena sudah ada rumah untuk relokasi. Sehingga saya sampaikan untuk dipindahkan saja,” kata Risma. Terkait saran Menteri Sosial agar Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dapat segera merelokasi warga terdampak bencana, Walikota Manado Andrei Angouw yang menemui Menteri di Kantor Kemensos Ditjen Rehabilitasi Sosial Sentra Tumou Tou Pall 4 Kecamatan Tikala, menyebutkan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan memindahkan warga, terutama masyarakat yang menghuni di bantaran Sungai Mahawu. “Kita akan tegas, tapi kita harus memberikan solusi. Yang akan kita kebut pertama yaitu bantaran di Mahawu. Di Mahawu itu harus pindah di sana (Pandu). Kita akan kebut juga fasilitas rumah disana,” jelas Walikota. Selain itu, Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melengkapi fasilitas rumah relokasi di Pandu sehingga layak untuk dihuni. “Pertama kita akan membuat di Pandu itu layak. Yang akan diperbaiki disana yaitu infrastruktur, jalan lingkungan dan rumahnya dibikin layak agar masyarakat di bantaran sungai mau pindah kesana,” urai Angouw. Diketahui, dalam kunjungan Mensos ke Manado, Risma menawarkan untuk memperbaiki kawasan permukiman ribuan rumah relokasi di Pandu, yang awalnya akan dilaksanakan oleh Pemkot Manado namun akan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial. “Saya sampaikan ke Ibu Menteri, Pemkot tahun ini sudah anggarkan Rp 2 miliar untuk memperbaiki rumah di Pandu agar masyarakat mau pindah kesana. Tapi katanya Ibu Risma, Kemensos saja. Yang penting, kita audit dulu titik nol nya sehingga anggaran yang Rp 2 miliar bisa dipakai oleh Pemkot untuk memperbaiki lainnya,” terang Walikota Manado. Adapun dalam kunjungan tersebut, disebutkan Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adrianus Alla, bahwa total bantuan Kementerian Sosial yang disiapkan untuk penanganan Korban banjir yakni Rp 1,7 Miliar. “Ada kasur, matras, makanan, bumbu-bumbu siap saji, pakaian dalam, dan bantuan lainnya. Serta Ada juga tiga dapur umum. Total bantuan yang kami bawa kira-kira 1,7 miliar,” urai Alla. Sementara itu, kepada Manado Post, masyarakat terdampak bencana menyatakan permohonan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan kebutuhan pendidikan anak serta rumah pengganti untuk warga, karena hanyut dan roboh akibat peristiwa banjir dan tanah longsor. “Kalo mau makan, kita cukup Ada Banyak bantuan. Tapi kita butuh tempat tinggal. Karena tempat tinggal lama so rubuh (runtuh/roboh),“ sebut Marlen Awoah warga Kelurahan Cempaka Lingkungan Lima, Kecamatan Molas. Sementara itu, Usman Hasan warga bantaran sungai yang juga terkena dampak banjir meminta agar mendapatkan perlengkapan seragam untuk kebutuhan anak nya. “Kita pe rumah roboh, dan kita juga nda dapa rumah di Pandu. Tapi yang paling utama kita minta supaya dapat perlengkapan seragam anak sekolah,” kata Hasan warga Molas kepada Manado Post. Diketahui, sebelumnya ada 2.047 rumah relokasi yang terbangun di Pandu Kecamatan Mapanget Kota Manado yang telah dilakukan pendataan kembali oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado untuk kemudian akan diserahkan ke Dinas Permukiman. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Manado Peter Eman kepada Manado Post. “Data ada di BPBD bahwa saat ini ada 2.047 rumah di Pandu. Itu nama pemilik sekalian dengan asal mereka masing-masing yang menempati rumah relokasi di Pandu ada di BPBD Kota Manado,” kata Eman. Adapun berdasarkan data yang diperoleh dari Polresta Manado, ada 10 kecamatan yang mengalami dampak banjir dan tanah longsor pada 27 Januari 2023 lalu. Kecamatan Sario, Singkil, Malalayang, Wanea, Tuminting, Wenang, Bunaken, Mapanget, Wori dan Tikala. Dari 10 kecamatan yang terdampak, terdapat kurang lebih 3.866 kepala keluarga yang terdampak banjir dan tanah longsor, dengan total kurang lebih 1.582 warga yang dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. (Desmianti Babo) Editor : Desmi Babo