Perjanjian bilateral tersebut, yang telah ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dan Administrator USAID, Samantha Power, akan mendukung upaya-upaya Indonesia dalam mencapai tujuan Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Tujuan ini secara resmi dicanangkan oleh Presiden Jokowi saat Konferensi COP 26 di Glasgow pada bulan November 2021 dan telah diintegrasikan ke dalam Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030 yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri LHK pada bulan Februari 2022.
Pada bulan Mei 2022, KLHK juga telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan USAID Indonesia sebagai bentuk dukungan dari Amerika Serikat terhadap implementasi Rencana Operasional tersebut, dan ini merupakan MoU pertama dari beberapa MoU bilateral lainnya yang mendukung FOLU Net Sink 2030.
Selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia telah mencapai kemajuan yang mengesankan dalam bidang konservasi hutan, dengan tingkat deforestasi yang berhasil diturunkan hingga 65 persen dalam tujuh tahun terakhir. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang terdepan dalam meningkatkan perlindungan hutan. Kemitraan baru ini akan terus dibangun berdasarkan pencapaian-pencapaian tersebut.
"Perjanjian Bilateral yang baru ini merupakan kelanjutan dari Fact Sheet Gedung Putih yang dibahas oleh Presiden Jokowi dan Presiden Biden saat pertemuan bilateral di KTT G20 di Bali tahun lalu," ujar Menteri Nurbaya.
Menteri Nurbaya menekankan bahwa Perjanjian Bilateral ini mencerminkan peran pendanaan iklim dalam mendukung upaya-upaya Indonesia dalam mencapai agenda FOLU Net Sink 2030. Agenda ini memerlukan dana sekitar 14,57 miliar dolar AS, yang sejauh ini sebagian besar bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.
"Perjanjian Bilateral ini akan mendukung upaya-upaya Indonesia yang telah dilakukan dalam pencegahan degradasi hutan; rehabilitasi mangrove dan restorasi gambut; serta perlindungan satwa liar Indonesia yang luar biasa," kata Administrator USAID, Samantha Power.
"Dukungan ini akan melanjutkan upaya yang telah dilakukan Indonesia dalam tujuh tahun terakhir untuk mengurangi deforestasi hingga hampir dua pertiga. Dukungan ini juga akan membantu melestarikan sumber daya vital yang diberikan oleh hutan Indonesia yang indah dan menakjubkan, yaitu penyerap karbon yang sangat penting untuk menstabilkan iklim."
Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Y. Kim, menyatakan, "Perjanjian Bilateral ini akan memperkuat kemitraan kami dalam mendukung ketahanan Indonesia terhadap perubahan iklim dan meningkatkan konservasi dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan terhadap spesies ikonik Indonesia seperti orangutan."
Melalui Perjanjian Bilateral yang baru ini, USAID berencana untuk memberikan kontribusi hingga 50 juta dolar AS selama lima tahun ke depan untuk mendukung tujuan iklim dan keanekaragaman hayati dalam agenda FOLU Net Sink 2030.(*)
Editor : Tanya Rompas