MANADOPOST.ID--Kebijakan terbaru telah diterapkan oleh Polda Metro Jaya dalam proses uji praktik untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) kendaraan bermotor jenis sepeda motor.
Bagian uji keterampilan zig-zag dan manuver membentuk angka 8 telah dihapuskan.
Dirlantas Polda Metro Kombes Pol Latif Usman mengatakan, metode tes ini diubah karena dianggap terlalu sulit. Oleh karena itu, setelah dilakukan kajian ulang, maka diganti dengan metode lain.
"Iya (biar mudah), ada kajian ada petunjuk dari Korlantas mengeluarkan ketentuan ini. Intinya ada beberapa dianggap sulit tetapi tidak kurangi keselamatan dan keahliannya," ujar Latif kepada wartawan, Jumat (4/8).
Selain itu, Latif mengatakan, perubahan metode tes ini juga berdasarkan perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Tes ini dianggap terlalu menyulitkan masyarakat.
"Iya tindak lanjut perintah Kapolri. Dari Korlantas sudah mengeluarkan petunjuk ujian SIM terbaru," tuturnya.
Diketahui, Ditlantas Polda Metro Jaya memastikan sudah tidak memberlakukan manuver slalom membentuk angka 8 dan zig-zag dalam ujian praktik mendapatkan SIM sepeda motor. Tes tersebut telah dihapus sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Iya ada kajian, ada petunjuk dari Korlantas mengeluarkan ketentuan ini," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman kepada wartawan, Kamis (3/8).
Manuver slalom membentuk angka 8 kini diganti dengan yang lebih mudah yaitu membentuk huruf S. Lebar jalurnya pun ditambah jadi 2,5 lebar kendaraan dari yang sebelumnya 1,5 lebar kendaraan.
"Intinya, ada beberapa dianggap sulit sehingga tetapi tidak kurangi keselamatan dan keahliannya. Yang tadi angka 8 diganti huruf S jadi manuver ke kanan, manuver ke kiri sudah terakomidir di situ. Seperti putar balik kan ada materi disitu. Jadi, kita persingkat dalam satu sirkuit," imbuhnya.(jpg)
Editor : Clavel Lukas