MANADOPOST.ID-Sulawesi Utara, provinsi yang dikenal dengan keragaman alam dan budaya, ternyata juga menjadi rumah bagi banyak generasi berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah. Salah satu putri terbaiknya adalah Yvonne Mewengkang. Diplomat tangguh tersebut kini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Menteri Luar Negeri RI. Di usia 42 tahun, Yvonne telah mencatatkan prestasi yang luar biasa dalam dunia diplomasi, memberi inspirasi bagi banyak anak muda, terutama kaum perempuan, untuk berani mengukir karir di ranah profesional, sosial, hingga politik.
Laporan: Ayurahmi Rais (UKW 17402), Manado
PERJALANAN karir Yvonne tidak datang dengan mudah. Ia adalah anak seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang membuatnya terbiasa berpindah-pindah kota sejak usia dini. Lahir di Palu pada 22 Juni 1982, Yvonne tumbuh dengan semangat juang yang kuat. Pengalaman berpindah kota sejak SD membentuk kepribadiannya yang fleksibel dan adaptif.
“Saya SD sering pindah-pindah, pernah di Makassar dan Bandung. Lalu SMP di Denpasar dan SMA juga di Denpasar,” kenangnya.
Setelah menyelesaikan SMA, Yvonne kembali ke kampung halaman untuk menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado. Pendidikan ini menjadi awal ketertarikannya pada dunia diplomasi.
Langkah Yvonne menuju dunia diplomasi dimulai dari beasiswa prestisius Lambertus Palar Award, yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI khusus bagi mahasiswa Unsrat. Ia berhasil lolos seleksi ketat dan memperoleh beasiswa tersebut.
Kegigihannya semakin terbukti pada tahun 2006 ketika ia mengikuti seleksi CPNS Kemlu dan berhasil lolos sebagai perwakilan dari Sulawesi Utara untuk mengawali karirnya di Jakarta.
“Puji Tuhan, tahun 2006 saya diterima di Kemlu RI dan harus mengikuti sekolah diplomatik. Ini adalah awal dari perjalanan panjang saya,” ujar Yvonne. Dedikasinya membawa Yvonne pada tugas pertama sebagai diplomat muda di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York pada tahun 2013-2016, di mana ia terlibat dalam berbagai misi penting. Tak lama kemudian, pada 2018-2022, ia kembali ke New York sebagai bagian dari Satgas Dewan Keamanan PBB Indonesia.
Yvonne menyadari bahwa posisinya sebagai diplomat perempuan bukanlah hal yang mudah. Ia kerap menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menyeimbangkan perannya sebagai ibu dari dua anak dan tanggung jawabnya sebagai diplomat.
“Tantangan pasti ada. Saya sering harus meninggalkan anak-anak demi tugas ke luar negeri. Namun, saya selalu memanfaatkan waktu libur untuk bersama mereka,” katanya dengan nada penuh kasih.
Selain berperan sebagai diplomat, Yvonne juga memiliki kedekatan dengan Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, saat ia bertugas sebagai Sekretaris Pribadi atau Deputy Chief of Staff Menlu RI. Bekerja di bawah kepemimpinan Retno adalah pengalaman berharga yang mengajarkannya banyak hal. “Bu Retno adalah pemimpin yang dedikatif, profesional, dan sangat tenang dalam bernegosiasi. Beliau menginspirasi saya untuk tetap teguh dan percaya diri dalam berbagai situasi,” ujarnya penuh penghargaan.
Kini, sebagai Kepala Sekretariat Menlu RI, Yvonne bertanggung jawab untuk memastikan kelancaran dukungan strategis bagi Kementerian Luar Negeri. Perannya mencakup banyak aspek, dari pengaturan kebijakan hingga menjaga hubungan dengan berbagai instansi.
Menurutnya, Kemlu sebagai institusi sudah memiliki sistem yang mapan, sehingga peralihan kepemimpinan di Kemlu dapat berjalan tanpa mengganggu roda diplomasi yang tetap berputar.
Meskipun banyak menghabiskan waktu di luar negeri, Yvonne tak pernah melupakan tanah kelahirannya.
Ia selalu rindu kembali ke Sulawesi Utara, menikmati tinutuan, nike, dan pisang goreng dengan sambal roa di pinggir pantai. Kunjungannya terakhir pada Desember 2023 setelah lima tahun tak pulang membangkitkan nostalgia akan kampung halaman yang selalu ia banggakan. “Sulut adalah daerah yang spesial, kaya akan potensi alam, budaya, dan pariwisata,” ujarnya.
Tak hanya memuja keindahan daerah asalnya, Yvonne juga merasa bertanggung jawab untuk menginspirasi anak muda Sulut agar lebih berani mengejar impian. Ia mendorong anak-anak muda agar tidak ragu mencoba hal baru.
Menurutnya, dunia saat ini penuh dengan peluang, terutama dengan kehadiran teknologi digital yang membuka akses informasi dan koneksi global. “Jangan takut untuk mengambil risiko dan terus belajar. Percayalah, setiap orang punya potensi sukses asal mau berusaha,” pesannya.
Sebagai salah satu sosok perempuan yang berhasil menembus batas-batas dalam karir diplomasi, Yvonne punya pesan khusus bagi kaum perempuan, khususnya dari Sulut. Ia berharap agar mereka memberdayakan diri, berani tampil, dan mengambil peran penting di berbagai bidang. Baginya, perempuan dari Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin yang kuat dan inspiratif.
“Perempuan Sulut sudah banyak yang membuktikan bahwa mereka bisa menjadi pemimpin. Semoga generasi berikutnya akan lebih berani dan percaya diri untuk mengambil peran penting,” pungkasnya.
Dengan jejak langkah yang penuh dedikasi, Yvonne Mewengkang adalah bukti nyata bahwa perempuan dapat meraih kesuksesan di dunia diplomasi internasional. Sosoknya menginspirasi tak hanya untuk anak muda Sulawesi Utara, tetapi juga bagi seluruh Indonesia.
Editor : Ayurahmi Rais