Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene Program New REHAB 2.0
MANADOPOST.ID - BPJS Kesehatan terus berinovasi untuk mempermudah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang memiliki tunggakan iuran.
Pada Senin (03/02/25), BPJS Kesehatan meluncurkan Program New REHAB 2.0, yang merupakan pengembangan dari program cicilan tunggakan iuran yang sebelumnya ada.
Program ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk mencicil tunggakan iuran dengan cara yang lebih fleksibel dan praktis, dengan fokus pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti, menjelaskan bahwa Program REHAB yang diluncurkan pada Januari 2022 telah terbukti bermanfaat, dengan 1,73 juta peserta yang mengikuti program tersebut hingga akhir 2024, dan 910 ribu diantaranya telah kembali aktif.
Program New REHAB 2.0 kini menawarkan angsuran yang memperhitungkan tagihan iuran berjalan, memastikan status kepesertaan tetap aktif setelah cicilan terakhir dilunasi.
Selain itu, program ini memberi kesempatan bagi peserta PBPU dan BP yang memiliki tunggakan 4 hingga 24 bulan untuk mencicil hingga 36 kali.
“Program ini sangat fleksibel, terutama bagi peserta yang berpindah segmen dan ingin memastikan status kepesertaan mereka tetap aktif,” tegas Ghufron, dilansir dari laman rri.co.id
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menggandeng manajer investasi untuk mengembangkan produk investasi reksa dana berbasis endowment fund, yang bertujuan membantu peserta yang kesulitan membayar iuran.
Dana dari produk ini akan digunakan untuk mendukung peserta dengan tunggakkan iuran, terutama yang memiliki keterbatasan kemampuan membayar.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, memberikan apresiasi terhadap inovasi BPJS Kesehatan dalam mendukung kelangsungan Program JKN, dan menekankan pentingnya gotong royong dalam menjaga keberlanjutan pendanaan JKN.
“Program New REHAB 2.0 dan kolaborasi dengan manajer investasi adalah langkah tepat untuk memastikan keberlanjutan dan pemerataan akses layanan kesehatan,” ujar Muhaimin.
Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan berharap agar program tersebut dapat disosialisasikan lebih luas kepada masyarakat.
“Program New REHAB 2.0 memberikan solusi bagi peserta yang kesulitan membayar iuran, sehingga mereka tetap dapat menikmati akses layanan kesehatan,” ungkap Felly, politisi populis dari Partai NasDem.
Melalui inovasi ini, BPJS Kesehatan berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Program JKN dan memastikan perlindungan yang lebih optimal bagi peserta. (rri)
Editor : Filip Kapantow