Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Fakta Menarik Perayaan Cap Go Meh yang Wajib Diketahui

Gregorius Mokalu • Sabtu, 8 Februari 2025 | 20:44 WIB

Ilustrasi Cap Go Meh
Ilustrasi Cap Go Meh

MANADOPOST.ID- Perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada tanggal 15 bulan pertama kalender Imlek, sering kali menjadi sorotan dalam berbagai festival budaya Tionghoa di Indonesia.

Namun, masih banyak yang belum mengetahui fakta menarik di balik perayaan ini.

Berikut adalah beberapa fakta tentang Cap Go Meh yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Perayaan Cap Go Meh Menandakan Akhir Perayaan Imlek


Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah bahwa Cap Go Meh sebenarnya menandakan akhir dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.

Meskipun sering dianggap sebagai bagian dari perayaan Imlek, Cap Go Meh lebih tepat dipandang sebagai perayaan penutupan, di mana seluruh rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek selesai pada hari tersebut.

2. Berasal dari Legenda Cinta Legendaris


Perayaan Cap Go Meh berkaitan dengan sebuah legenda cinta antara seorang pemuda bernama Zhang Sheng dan seorang gadis bernama Chen Xiang.

Dalam cerita tersebut, kedua pasangan ini dipisahkan oleh takdir dan hanya bisa bertemu setelah melalui berbagai rintangan. Untuk mengenang kisah ini, masyarakat Tionghoa merayakan Cap Go Meh dengan berbagai ritual, termasuk acara makan bersama dan prosesi arak-arakan.

3. Arak-arakan Cap Go Meh sebagai Simbol Keberuntungan


Arak-arakan yang sering ditemukan pada perayaan Cap Go Meh, yang juga dikenal dengan nama "Pawai Tatung" di beberapa daerah, mengandung simbol keberuntungan. Mereka yang mengikuti arak-arakan, yang terdiri dari berbagai peserta yang mengenakan kostum penuh warna dan membawa berbagai alat musik, dipercaya membawa kebahagiaan dan keberuntungan bagi masyarakat.

4. Hidangan Khas Cap Go Meh yang Penuh Makna


Selain ritual dan arak-arakan, Cap Go Meh juga identik dengan berbagai hidangan khas. Salah satunya adalah "tangyuan," bola ketan isi gula merah yang dimakan untuk melambangkan persatuan dan kebahagiaan.

Di beberapa daerah, hidangan lain seperti nasi kunir, mie, dan buah-buahan juga disiapkan untuk melambangkan harapan agar tahun yang baru membawa rezeki dan kesehatan.

5. Tradisi Menyalakan Lentera


Lentera sering kali menjadi simbol dalam perayaan Cap Go Meh. Menyalakan lentera dipercaya sebagai cara untuk mengusir roh jahat dan membawa cahaya kebahagiaan bagi keluarga.

Di beberapa tempat, lentera-lentera ini diterbangkan di udara, menciptakan pemandangan yang sangat indah di malam hari.

6. Perayaan yang Dikenal dengan Berbagai Nama di Indonesia


Di Indonesia, Cap Go Meh tidak hanya disebut dengan nama tersebut. Di beberapa daerah, seperti di Medan dan Palembang, perayaan ini juga dikenal dengan nama "Festival 15". Nama ini merujuk pada tanggal perayaan yang jatuh pada hari ke-15 setelah Imlek.

7. Cap Go Meh di Indonesia Menjadi Sarana Penyatuan Budaya


Di Indonesia, perayaan Cap Go Meh tidak hanya diikuti oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai suku dan agama. Perayaan ini menjadi simbol persatuan dan saling menghormati antar kelompok budaya yang berbeda. (*)

 

Editor : Gregorius Mokalu
#tradisi #legenda #fakta #MANADO #hidangan #Goan Siau #Cap Go Meh