Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

11 Kantor Cabang Ditutup Bank Artha Graha Internasional, Milik Pengusaha Tommy Winata, Geser Karyawan ke..

Grand Regar • Rabu, 26 Februari 2025 | 12:22 WIB

Bank Artha Graha Internasional Cabang Bitung
Bank Artha Graha Internasional Cabang Bitung
MANADOPOST.ID-PT Bank Artha Graha Internasional Tbk milik Tommy Winata, sudah menutup 11 kantor cabang di sejumlah daerah di Indonesia.

Terbaru, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk resmi mengumumkan penutupan operasional kantor cabang mereka di Bitung, Sulawesi Utara. Penutupan ini akan mulai berlaku efektif pada tanggal 28 Maret 2025.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi dan transformasi digital. Sebelumnya beberapa tahun terakhir, Bank Artha Graha telah mengurangi jumlah kantornya secara bertahap.

Sejak 2020, sebanyak 10 cabang Bank Artha Graha Internasional ditutup, dan tren ini berlanjut hingga kini. Dan saat ini sudah 11 kantor cabang yang tutup.

Direktur AGI Anas Latief sebelumnya saat penutupan 10 kantor cabang pada tahun 2020,  menyebut bahwa langkah ini diambil karena perubahan pola transaksi nasabah yang kini lebih banyak menggunakan layanan digital.

“Kami melihat transaksi di kantor cabang semakin menurun. Karena itu, kami fokus ke layanan digital dan menggeser peran karyawan ke bidang pemasaran,” ujar Anas dalam sebuah wawancara.

Sebagai bagian dari adaptasi, Artha Graha meluncurkan konsep AGI Cafe Banking, sebuah kantor cabang yang menyatu dengan kedai kopi guna menarik nasabah dari kalangan milenial. Namun, inovasi ini belum cukup untuk mengubah persepsi publik terhadap banyaknya penutupan cabang yang terjadi.

Langkah efisiensi ini juga menimbulkan spekulasi mengenai kondisi keuangan Bank Artha Graha. Sejumlah analis perbankan menilai bahwa penutupan cabang dalam jumlah besar bisa menjadi indikasi adanya tekanan finansial. Apalagi, bank ini sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk gugatan hukum dalam beberapa kasus bisnis.

Meski demikian, pihak bank tetap optimistis bahwa transformasi digital akan membawa dampak positif dalam jangka panjang. “Kami ingin memperluas jangkauan pasar dengan digitalisasi, sehingga layanan kami lebih efisien dan kompetitif,” ujar Anas.(gnr)

Editor : Grand Regar
#tommy winata #tutup #internasional #artha graha