MANADOPOST.ID – Di tengah hiruk-pikuk World of Coffee yang digelar untuk pertama kalinya di Indonesia, sebuah brand dessert lokal bernama MARU mencuri perhatian.
Dari tanggal 15 hingga 17 Mei 2025, ajang kopi bergengsi internasional ini mempertemukan para pelaku industri, pecinta kopi, dan brand-brand inovatif dari berbagai penjuru dunia.
Di antara para peserta, hadir MARU dengan identitas manis dan lokalnya, membawa serta kreasi dessert berbasis gula aren yang menggugah rasa.
Gabriela Rompis, pendiri MARU, mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari momen bersejarah ini.
"Ini pertama kalinya Indonesia jadi tuan rumah. Seluruh pecinta kopi berkumpul. Bukan sekadar ajang promosi saja, di sini semua saling berbagi ilmu soal kopi,” ujar Gabriela saat ditemui di sela-sela acara.
Menurutnya, pengalaman ini menjadi titik penting dalam perjalanan MARU sebagai brand lokal yang terus berkembang.
MARU sendiri bukan nama baru di dunia dessert. Dikenal luas lewat gabin fla-nya, MARU memulai debutnya pada tahun 2023 di Fresh Market Bintaro.
Perlahan tapi pasti, dessert bernuansa nostalgia ini mendapat tempat di hati banyak orang.
Kesuksesan itu membawa Gabriela membuka cabang di Intermoda BSD, lalu mendirikan kafe pertamanya bernama Maru Little Cafe di kawasan Blok M.
Setiap cabang membawa satu benang merah: memadukan rasa Indonesia dalam bentuk yang lebih modern.
Keikutsertaan MARU dalam World of Coffee tak datang begitu saja. Brand ini digandeng oleh BERAGAM, lini bahan baku yang merupakan bagian dari MAKA Group, grup yang juga menaungi Kopi TUKU.
“Kolaborasi kami dengan BERAGAM fokus pada penggunaan aren sebagai bahan utama. Semua menu yang kami bawa ke World of Coffee punya elemen gula aren di dalamnya," jelasnya.
Bersama BERAGAM, MARU memperkenalkan tiga menu eksklusif yang dibuat khusus untuk event ini.
Ada Aren Pudding, yang mengombinasikan puding vanila lembut dengan sponge cake aren dan saus aren hangat yang memberi sentuhan comfort food ala rumah.
Lalu Gabin Tape Aren, inovasi dari camilan klasik dengan isian custard tape dan lelehan gula aren yang kaya rasa.
Dan terakhir, Kue Mangkok Aren, cupcake tradisional yang diberi isian custard tape dan topping cream cheese vanila, menghasilkan paduan rasa lama dan baru dalam satu gigitan.
“Bersama tim, kami membuat twist internasional ke semua produk, tapi tetap rasa Indonesia,” kata Gabriela dengan mata berbinar.
Ia juga mengisyaratkan bahwa ketiga menu ini kemungkinan akan hadir di semua cabang MARU dalam waktu dekat.
Gabriela menilai keikutsertaan MARU di event ini bukan hanya soal memperkenalkan produk, tapi juga membangun koneksi dan memperluas wawasan.
“Ini event internasional pertama MARU dan langsung digandeng oleh MAKA Group - BERAGAM Kopi,” katanya.
Ia mengaku terharu bisa membawa dessert lokal ke panggung yang lebih besar dan berinteraksi dengan brand-brand dari luar negeri yang juga turut meramaikan acara.
World of Coffee Jakarta 2025 bukan sekadar pertemuan para pelaku industri kopi. Ini adalah panggung bagi brand-brand yang berani tampil beda, mencintai bahan lokal, dan tak ragu membawa cita rasa Indonesia mendunia.
Di tengah aroma kopi dari berbagai negara, MARU hadir sebagai napas manis dari Indonesia yang membawa cerita, semangat, dan tentu saja, rasa yang tak terlupa. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos