Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Jangan Lagi Pakai Hitungan Rp20 Ribu Sehari, Ini Kata BPS Soal Kemiskinan

Jasinta Bolang • Senin, 4 Agustus 2025 | 23:34 WIB

Kepala Badan Pusat Statistik
Kepala Badan Pusat Statistik

MANADOPOST.ID -
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar, meluruskan persepsi publik soal garis kemiskinan di Indonesia. Ia menegaskan, angka Rp609 ribu per bulan yang sering disebut sebagai garis kemiskinan bukanlah patokan untuk individu, melainkan digunakan sebagai acuan per kapita dalam rumah tangga.

Dengan rata-rata jumlah anggota keluarga miskin sebanyak 4,72 orang, maka garis kemiskinan setara rumah tangga mencapai sekitar Rp2,9 juta per bulan. Artinya, perhitungan seperti “Rp20 ribu per hari per orang” dianggap tidak lagi relevan untuk mengukur kondisi kemiskinan di Indonesia saat ini.

“Garis kemiskinan itu bukan untuk satu orang saja, tapi total pengeluaran satu rumah tangga untuk kebutuhan dasar,” jelas Amalia.

Pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat sebanyak 23,85 juta orang, atau sekitar 8,47 persen dari populasi nasional. Angka ini mengalami penurunan sekitar 200 ribu orang dibandingkan data terakhir pada September 2024, menandai tren penurunan yang konsisten sejak Maret 2023.

Namun, garis kemiskinan justru mengalami kenaikan sebesar 2,34 persen dibandingkan September 2024. Hal ini mencerminkan naiknya kebutuhan minimum pengeluaran masyarakat untuk dapat hidup layak dan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan dan nonpangan.

BPS berharap klarifikasi ini dapat memperbaiki pemahaman publik terkait garis kemiskinan dan menjadi dasar yang lebih akurat dalam merancang kebijakan pengentasan kemiskinan di masa depan. (*)

Editor : Tanya Rompas
#Bansos #ekonomi ri #statistik #BPS #garis kemiskinan