MANADOPOST.ID - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberikan peringatan serius terkait keberadaan warga negara asing (WNA) di Indonesia. Ia menyebut, tidak semua WNA datang ke Tanah Air untuk berwisata atau mencari perlindungan, tetapi sebagian justru menjalankan misi spionase untuk kepentingan negara asing.
Pernyataan itu disampaikan Jenderal Sigit dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Polri dan Kementerian Imigrasi serta Pemasyarakatan. Ia menegaskan, pengawasan terhadap aktivitas WNA harus ditingkatkan, mengingat potensi ancaman terhadap stabilitas nasional kian nyata di tengah dinamika geopolitik global.
“Ada WNA yang datang bukan untuk wisata atau lari dari konflik, tapi justru melakukan kegiatan intelijen. Ini yang perlu kita waspadai bersama,” ujar Kapolri.
Untuk itu, kerja sama antara instansi akan difokuskan pada peningkatan pengawasan WNA, terutama dalam menyikapi melonjaknya jumlah tenaga kerja asing dan turis mancanegara. Selain itu, sinergi juga akan mencakup pemanfaatan fasilitas, peningkatan kapasitas SDM, serta penanganan kondisi khusus seperti napi risiko tinggi di Nusa Kambangan hingga potensi kerusuhan.
Kapolri berharap, melalui kerja sama lintas sektor ini, koordinasi antar lembaga semakin solid, termasuk dalam pertukaran informasi dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan nasional. (*)
Editor : Tanya Rompas