MANADOPOST.ID - Nama anggota DPR RI Komisi VI, Deddy Sitorus, mendadak menjadi sorotan publik setelah potongan videonya kembali viral di media sosial, Kamis (21/8/2025). Dalam video yang ramai beredar di TikTok, Deddy menggunakan istilah “rakyat jelata” ketika merespons pertanyaan mengenai perbandingan fasilitas DPR dengan beban iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Potongan video tersebut berasal dari acara Kontroversi di Metro TV yang tayang pada Desember 2024. Saat itu, pemandu acara Zilvia Iskandar mengangkat isu perbedaan nasib antara anggota DPR yang mendapat fasilitas rumah dinas dengan masyarakat pekerja yang diwajibkan membayar iuran Tapera.
Deddy menolak perbandingan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk kesalahan logika. Pernyataannya yang mengaitkan DPR dengan “rakyat jelata” seperti tukang becak atau buruh kemudian memicu reaksi keras dari publik. Banyak warganet menilai diksi tersebut merendahkan dan memperlebar jarak antara wakil rakyat dengan konstituennya.
Sejak viral, komentar warganet membanjiri berbagai platform media sosial. Mayoritas mengkritik keras pernyataan tersebut, menilai seorang wakil rakyat seharusnya menjaga sensitivitas bahasa dan tetap mengedepankan empati terhadap masyarakat.
Kontroversi ini menambah panjang daftar pernyataan pejabat publik yang menuai protes akibat penggunaan diksi yang dianggap tidak pantas. (*)
Editor : Tanya Rompas