MANADOPOST.ID - Memasuki bulan Oktober 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) serta Kementerian PUPR merilis peta prediksi daerah rawan banjir di wilayah DKI Jakarta.
Prediksi ini penting sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang kerap menimbulkan genangan maupun banjir di sejumlah titik ibu kota.
Berdasarkan peta, sebagian besar wilayah Jakarta berada dalam kategori potensi banjir rendah.
Namun, terdapat beberapa kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang masuk dalam kategori potensi banjir menengah, sehingga perlu kewaspadaan lebih tinggi.
Melansir dari laman bmkg.go.id pada Kamis (2/10) berikut prakiraan daerah potensi banjir DKI Jakarta bulan Oktober 2025 :
Wilayah Potensi Banjir Menengah
-
Kota Administrasi Jakarta Selatan: Kec. Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.
-
Kota Administrasi Jakarta Timur: Kec. Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Pasar Rebo.
Wilayah Potensi Banjir Rendah
Sementara itu, sejumlah wilayah lainnya masuk dalam kategori potensi banjir rendah, yakni:
-
Kota Administrasi Jakarta Barat: Kec. Cengkareng, Grogol, Petamburan, Kalideres, Kebon Jeruk Kembangan, Pal Merah, Taman Sari, Tambora.
-
Kota Administrasi Jakarta Pusat: Kec. Cempaka Putih, Gambir, Johar Baru, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, Tanah Abang.
-
Kota Administrasi Jakarta Selatan: Kec. Cilandak, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan, Setiabudi, Tebet.
-
Kota Administrasi Jakarta Timur: Kec. Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramatjati, Makasar, Matraman, Pulogadung.
-
Kota Administrasi Jakarta Utara: Kec. Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, Tanjung Priok.
Prediksi potensi banjir Oktober 2025 di DKI Jakarta menunjukkan bahwa tidak ada wilayah yang masuk kategori banjir tinggi.
Namun, beberapa kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk kategori menengah sehingga perlu kewaspadaan ekstra.
Masyarakat di wilayah ini diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca terkini dari BMKG, menjaga kebersihan saluran air, dan mempersiapkan langkah mitigasi jika terjadi hujan lebat berkepanjangan.
Dengan kesiapan dan kewaspadaan bersama, dampak banjir di ibu kota bisa diminimalisir. (*)
Editor : Tina Mamangkey