MANADOPOST.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan prospek cuaca mingguan periode 7–10 November 2025.
Dalam sepekan ini, cuaca di berbagai wilayah Indonesia dipengaruhi oleh Siklon Tropis Kalmaegi yang terdeteksi di wilayah pemantauan TCWC Jakarta, serta sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Kedua fenomena ini berdampak pada meningkatnya potensi hujan sedang hingga lebat dan gelombang laut tinggi di beberapa wilayah Indonesia bagian barat dan utara.
BMKG juga mendeteksi aktivitas atmosfer lain seperti Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin yang turut memperkuat potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
Dengan kondisi atmosfer yang labil dan kaya uap air, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami cuaca basah selama periode sepekan ke depan.
Pengaruh Siklon Tropis Kalmaegi dan Sirkulasi Siklonik
Siklon Tropis Kalmaegi menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian utara, terutama di sekitar Laut Cina Selatan dan Kalimantan bagian utara.
Sementara itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten hingga Lampung meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sepanjang pesisir barat Sumatra hingga Jawa bagian barat.
Dampak yang mungkin terjadi termasuk hujan deras disertai kilat/petir, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan barat Indonesia.
Kombinasi antara Gelombang Rossby dan Kelvin juga memicu pembentukan awan konvektif di sejumlah wilayah seperti Sumatra Selatan, Jawa, Kalimantan, hingga Papua bagian utara.
Dinamika Atmosfer yang Memengaruhi Cuaca
Beberapa indikator iklim global turut memperkuat kondisi ini:
-
Dipole Mode Index (DMI) bernilai −1.61, menandakan adanya pemanasan perairan Samudra Hindia bagian timur yang meningkatkan aliran uap air menuju Indonesia bagian barat.
-
Southern Oscillation Index (SOI) bernilai +10.9, yang berarti pasokan uap air dari Samudra Pasifik meningkat menuju wilayah Indonesia.
-
Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 6 (Western Pacific), yang cenderung meredam hujan di beberapa wilayah, namun masih aktif di Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara, sehingga potensi hujan di wilayah tersebut tetap tinggi.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini mendukung terbentuknya awan konvektif besar yang menjadi pemicu hujan sedang hingga sangat lebat di berbagai daerah.
Prakiraan Cuaca 7 – 10 November 2025
Cuaca umumnya berawan hingga hujan ringan, namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang di wilayah:
-
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat):
-
Jawa Timur, Maluku dan Papua Pegunungan
Angin Kencang:
-
Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Beberapa langkah antisipatif yang disarankan:
-
Waspada terhadap perubahan cuaca tiba-tiba, terutama hujan lebat, angin kencang, dan petir.
-
Menghindari wilayah terbuka saat hujan disertai petir dan menjaga keamanan dari pohon atau bangunan yang rapuh saat angin kencang.
-
Menggunakan tabir surya dan menjaga asupan cairan saat cuaca terik.
-
Siaga menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dengan memantau informasi cuaca terbaru di kanal resmi BMKG.
-
Tetap tenang dan siaga dengan memahami prosedur evakuasi jika diperlukan.
Pantau terus pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar selalu mendapatkan informasi terbaru dan akurat. (*)
Editor : Tina Mamangkey