MANADOPOST.ID - Akhir-akhir ini istilah “Megathrust” sering muncul di berbagai pemberitaan dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Banyak yang bertanya, apakah benar Indonesia sedang “menunggu waktu” untuk terjadi gempa besar?
Yuk, kita bahas bersama berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang kembali di publikasikan pada Senin, 10 November 2025 melalui instagram infobmkg.
Apa Itu Megathrust?
Megathrust adalah zona di mana dua lempeng tektonik bertemu, dan salah satunya menyusup ke bawah lempeng lainnya.
Proses ini menyebabkan penumpukan energi yang besar, dan ketika energi itu dilepaskan, bisa menimbulkan gempa bumi kuat bahkan tsunami.
Indonesia memiliki beberapa zona megathrust aktif karena berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.
Itulah sebabnya wilayah Indonesia rawan gempa besar.
Peta Zona Gempa Megathrust di Indonesia
BMKG mengidentifikasi 13 zona megathrust aktif yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia.
Masing-masing zona memiliki potensi magnitudo yang berbeda, bergantung pada panjang zona dan tekanan antar-lempeng.
Berikut daftarnya:
-
Megathrust Aceh–Andaman
Potensi magnitudo: 9,2 -
Megathrust Nias–Simeulue
Potensi magnitudo: 8,7 -
Megathrust Batu
Potensi magnitudo: 7,8 -
Megathrust Mentawai–Siberut
Potensi magnitudo: 8,9 -
Megathrust Mentawai–Pagai
Potensi magnitudo: 8,9 -
Megathrust Enggano
Potensi magnitudo: 8,4 -
Megathrust Selat Sunda
Potensi magnitudo: 8,7 -
Megathrust West–Central Java (Jawa Barat–Tengah)
Potensi magnitudo: 8,7 -
Megathrust East Java (Jawa Timur)
Potensi magnitudo: 8,7 -
Megathrust Sumba
Potensi magnitudo: 8,5 -
Megathrust North Sulawesi
Potensi magnitudo: 8,5 -
Megathrust Philippine
Potensi magnitudo: 8,2 -
Megathrust Papua
Potensi magnitudo: 8,7
Mengapa Kita Perlu Waspada?
Segmen megathrust di Selat Sunda terakhir kali melepaskan gempa besar pada tahun 1757, sementara segmen Mentawai–Siberut belum aktif sejak 1797.
Kondisi ini disebut “seismic gap”, yaitu wilayah yang secara geologis menyimpan potensi besar karena belum melepaskan energi dalam waktu lama.
Artinya, meskipun belum terjadi gempa, potensi itu nyata dan perlu diwaspadai.
Karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk dilakukan sejak sekarang.
Apakah Gempa Bumi Bisa Diprediksi?
Jawabannya adalah tidak bisa diprediksi.
Hingga saat ini, belum ada teknologi yang dapat menentukan waktu, lokasi, dan kekuatan gempa bumi secara pasti.
Kalimat “tinggal menunggu waktu” sering disalahartikan sebagai ramalan, padahal maksudnya adalah bahwa zona tersebut sudah lama menyimpan energi besar, bukan berarti gempa akan segera terjadi.
BMKG menegaskan bahwa ini adalah pernyataan ilmiah, bukan menakut-nakuti, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Bersiap Hari Ini, Demi Keselamatan Esok Hari
Kesiapsiagaan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi potensi gempa besar di masa depan.
Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:
-
Kenali potensi gempabumi di lingkungan sekitar kita.
-
Pahami langkah-langkah sebelum, saat, dan sesudah gempa.
-
Pelajari jalur dan rambu evakuasi, titik kumpul, serta dokumen rencana kedaruratan.
-
Bangun rumah sesuai standar tahan gempa.
-
Ikuti informasi dari kanal resmi BMKG agar tidak mudah percaya dengan berita atau ramalan yang menyesatkan.
Baca Juga: Peta Megathrust Gempa BMKG Bikin Geger, Ada Sulawesi Utara, Ini Zona Terdampak!
---
Potensi megathrust memang nyata, tetapi tidak perlu panik. Yang paling penting adalah siap siaga dan waspada.
Dengan mengenali potensi di sekitar kita, memahami langkah mitigasi, dan selalu mengikuti informasi resmi BMKG, kita bisa mengurangi risiko dan menyelamatkan diri jika bencana benar-benar terjadi.
Ingat: Siaga hari ini, demi keselamatan esok hari. (*)
Editor : Tina Mamangkey