Dalam kunjungannya, Ratu Máxima tidak sekadar berdialog beliau juga ikut belajar membatik bersama Ibu Eny Zaqiyah, pemilik Enza Batik. Dengan canting di tangan, Ratu Máxima mencoba membuat motif Wahyu Tumurun, simbol doa dan harapan akan kehidupan penuh keberkahan. Pengalaman tersebut menjadi momen istimewa, terutama bagi Ibu Eny yang sejak 2017 mengembangkan usahanya dengan dukungan permodalan dari Amartha.
“Saya merasa sangat bangga dikunjungi Ratu Máxima. Beliau sangat menghargai budaya lokal, terutama batik. Pesannya jelas: terus maju, manfaatkan fasilitas keuangan, dan kembangkan usaha,” ujar Ibu Eny dengan penuh haru.
Tak hanya pengusaha batik, Ratu Máxima juga bertemu dengan Ibu Yuanita Komalasari akrab disapa Puci, pemilik usaha minuman herbal jamu. Berkat tambahan modal dari Amartha, Ibu Puci mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga mempekerjakan warga sekitar. “Alhamdulillah, saya tak pernah membayangkan bisa berbincang dengan Ratu Máxima. Ini memotivasi saya untuk terus berkembang,” tuturnya.
“Indonesia memiliki capaian besar dalam kepemilikan rekening bank. Tapi inklusi keuangan lebih dari itu masyarakat perlu pendampingan agar layanan keuangan benar-benar membantu mereka mencapai mimpi,” ujar Ratu Máxima. Ia menegaskan bahwa temuan di lapangan akan menjadi bahan diskusi bersama otoritas terkait dan fintech seperti Amartha untuk merancang solusi keuangan yang lebih relevan.
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, menyambut baik apresiasi tersebut. “Kunjungan Ratu Máxima adalah momentum penting bagi pemberdayaan UMKM perempuan. Ketika perempuan mendapat akses modal, pendampingan, dan teknologi, mereka tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.”
Amartha berharap kehadiran Ratu Máxima semakin memperkuat dukungan global terhadap UMKM perempuan di Indonesia. Harapannya, semakin banyak perempuan akar rumput yang berdaya, mandiri, dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi bangsa.(ame)
Editor : Amelia Beatrix