MANADOPOST.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prospek cuaca mingguan untuk periode 8–11 Desember 2025, yang menunjukkan bahwa hujan masih menjadi kondisi dominan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Setelah beberapa hari terakhir sejumlah daerah mengalami hujan deras, kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan menunjukkan potensi meningkatnya cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat.
Wilayah seperti Sumatera, Jawa bagian barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya tercatat mengalami hujan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Bahkan, BMKG mencatat intensitas hujan sangat lebat hingga ekstrem di beberapa lokasi, antara lain:
-
Sumatera Utara: 166.0 mm/hari
-
Bali: 117.7 mm/hari
-
Maluku Utara: 104.0 mm/hari
Kondisi ini mengindikasikan aktivitas konvektif yang cukup tinggi di sekitar wilayah Indonesia, dan berpotensi berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Beberapa fenomena atmosfer skala global hingga lokal diprediksi masih akan memengaruhi cuaca Indonesia. BMKG mencatat adanya aktivitas dari:
-
Gelombang Rossby Ekuator
-
Gelombang Kelvin
-
Fenomena MJO spasial
-
Nilai SOI, Nino 3.4, dan IOD yang signifikan
-
Kelembapan udara yang tinggi
-
Pemanasan permukaan pada siang hari
Kombinasi faktor-faktor ini berkontribusi pada peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat, yang dalam beberapa kasus dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, atau bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
Analisis Atmosfer Sepekan ke Depan
1. Fenomena Global dan Regional
-
Dipole Mode Index (DMI): −0.46, menunjukkan potensi peningkatan awan hujan di Indonesia bagian barat.
-
La-Nina lemah: ditunjukkan oleh nilai Nino 3.4 pada -0.91 dan SOI +9.4, meningkatkan potensi hujan khususnya di wilayah Indonesia timur.
-
Monsun Asia menguat: pasokan uap air dari Samudra Hindia meningkat, memicu pembentukan awan hujan di banyak wilayah Indonesia.
2. Fenomena Intra-Musiman
-
Madden–Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 7 sehingga tidak berpengaruh besar terhadap penguatan awan hujan di Indonesia.
-
Namun Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator aktif di wilayah barat, Sumatera, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan Jakarta, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat.
3. Bibit Siklon Tropis 93W
Terpantau di pesisir timur Filipina bagian utara, bibit siklon ini membawa pengaruh tidak langsung ke Indonesia. Dengan karakteristik:
-
Kecepatan angin: 30 knot (56 km/jam)
-
Tekanan udara: 1003 hPa
-
Arah gerak: Barat–Barat Daya
Dampaknya berupa potensi hujan sedang hingga lebat di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Selain itu, sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan utara Serawak membentuk area konvergensi dan konfluensi angin yang memicu pertumbuhan awan hujan di sekitar Laut Cina Selatan dan Laut Natuna.
Prospek Cuaca Periode 8–11 Desember 2025
- Waspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
- Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan.
Untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi, masyarakat diimbau untuk:
-
Menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan deras disertai petir dan angin kencang.
-
Menjauhi pohon besar, baliho, bangunan tua, atau infrastruktur rapuh.
-
Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mencegah genangan dan banjir.
-
Terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
Prospek cuaca sepekan ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode basah dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.
Dengan kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan, kewaspadaan terhadap potensi banjir, longsor, dan angin kencang menjadi sangat penting. (*)
Editor : Tina Mamangkey