Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sulut Sering Dilanda Hujan Lebat dan Angin Kencang, Ini Dua Monster Cuaca yang Mengintai!

Tina Mamangkey • Senin, 8 Desember 2025 | 10:49 WIB
Siklon tropis dan bibit siklon yang tumbuh di sekitar wilayah Indonesia
Siklon tropis dan bibit siklon yang tumbuh di sekitar wilayah Indonesia

MANADOPOST.ID - Cuaca ekstrem seringkali menjadi berita utama karena dampaknya yang merusak.

Kita sering mendengar istilah-istilah seperti badai, angin ribut, atau pusaran angin.

Di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Utara, kondisi ini bahkan semakin terasa karena daerah tersebut cukup sering mengalami hujan ringan disertai angin kencang, terutama ketika aktivitas atmosfer di sekitar wilayah utara Indonesia sedang meningkat.

Namun, di dunia meteorologi, ada dua fenomena yang kerap disalahartikan oleh masyarakat awam: Siklon Tropis dan Puting Beliung.

Meskipun keduanya sama-sama merupakan fenomena cuaca ekstrem yang melibatkan angin kencang dan berputar, mereka sebenarnya sangat berbeda bak langit dan bumi.

Perbedaan mendasar ini terletak pada skala (ukuran), durasi (lama kejadian), dan luas dampak yang ditimbulkannya.

Mari kita pelajari lebih dalam untuk memahami karakteristik masing-masing fenomena ini.

​1. Apa Itu Siklon Tropis? (Si Raksasa Lautan)

​Berdasarkan informasi dari BMKG, Siklon Tropis dapat digambarkan sebagai salah satu fenomena cuaca paling kuat di Bumi.

​Ini adalah badai besar yang terbentuk secara spesifik di atas perairan yang hangat.

Agar siklon tropis dapat terbentuk, suhu permukaan laut harus mencapai minimal 26,5°C.

Energi panas dari lautan inilah yang menjadi bahan bakar utamanya.
​Karakteristik Utama Siklon Tropis:

​Ukuran Raksasa: Siklon tropis memiliki radius (jangkauan) yang sangat luas, mencapai 150 hingga 200 kilometer.

​Angin Dahsyat: Angin di dalamnya berputar dengan kecepatan luar biasa, dengan kecepatan minimal mencapai 63 km/jam.

​Fase Awal: Bibit Siklon

​Siklon tropis tidak muncul secara tiba-tiba menjadi raksasa. Ia memiliki fase pertumbuhan. Fase awal pembentukannya disebut sebagai Bibit Siklon.

​Bibit Siklon: Pada tahap ini, kecepatan angin masih berkisar antara 15–34 knot.

​Menjadi Siklon Tropis: Jika kondisi atmosfer mendukung, bibit ini akan terus tumbuh dan berkembang.

Ketika kecepatannya mencapai 35 knot atau lebih dan semakin terorganisir membentuk struktur badai yang jelas, barulah ia resmi disebut sebagai Siklon Tropis.

​2. Apa Itu Puting Beliung? (Si Lincah yang Merusak)

​Berbeda dengan siklon tropis yang lahir di lautan lepas yang luas, Puting Beliung adalah fenomena yang lebih "lokal".

​Puting beliung terjadi di daratan atau perairan dangkal (jika di perairan disebut water sprout).

Secara skala, puting beliung jauh lebih kecil dibandingkan dengan siklon tropis. Ia adalah pusaran angin yang sempit namun sangat intens.

​3. Perbandingan Head-to-Head: Siklon Tropis vs. Puting Beliung

​Walaupun sama-sama fenomena cuaca ekstrem, siklon tropis dan puting beliung sangat berbeda dari segi skala, durasi, dan dampaknya.

1. Skala

Siklon Tropis:
Terjadi di lautan luas.
Ukurannya sangat besar, bisa mencapai ratusan kilometer.
Dampaknya menjangkau wilayah yang sangat luas.

Puting Beliung:
Terjadi di daratan atau perairan dangkal (waterspout).
Skalanya kecil dan sangat terbatas.
Biasanya hanya mengenai area desa atau kecamatan.

2. Durasi

Siklon Tropis:
Bertahan lama, bisa berlangsung 3–18 hari.

Puting Beliung:
Durasi sangat singkat, hanya sekitar 5–10 menit.

3. Dampak

Siklon Tropis:
Sangat berbahaya.
Menyebabkan kerusakan besar di wilayah luas: banjir, gelombang tinggi, hingga melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Puting Beliung:
Juga berbahaya, tetapi skalanya lebih kecil.
Merusak rumah, pohon, atau bangunan di area terbatas.

---

​Siklon tropis adalah raksasa cuaca berdurasi panjang yang lahir dari lautan hangat, sementara puting beliung adalah pusaran angin singkat namun intens yang terjadi di area yang lebih sempit di daratan atau perairan dangkal.

Memahami perbedaan ini penting agar kita dapat lebih waspada dan memahami peringatan dini cuaca dengan tepat. (*)

Editor : Tina Mamangkey
#Sulut #Siklon Tropis #BMKG #prakiraan cuaca #Cuaca #sulawesi utara #cuaca ektrem #Info BMKG #info cuaca #angin kencang #Puting Beliung