MANADOPOST.ID - Peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan, bahkan sangat lebat (Siaga), di sejumlah kabupaten/kota di Pulau Sumatera.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode 11 hingga 12 Desember 2025.
BMKG menjelaskan bahwa peringatan dini ini didasarkan pada akumulasi harian tertinggi di setiap provinsi.
Dilansir dari instagram @infobmkg, pada Rabu (10/12), berikut rangkuman lengkap wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat – sangat lebat pada periode 11–12 Desember 2025.
Kamis, 11 Desember 2025
Pada tanggal ini, beberapa wilayah di Sumatera kembali diprediksi mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Berikut daerah terdampak:
1. Sumatera Utara:
Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Gunung Sitoli, Nias, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Wilayah ini merupakan kawasan rawan banjir dan longsor, sehingga penduduk di daerah perbukitan serta bantaran sungai diimbau untuk tetap waspada.
2. Sumatera Barat:
Kepulauan Mentawai
3. Sumatera Selatan:
OKU Timur dan OKU (Ogan Komering Ulu)
Jumat, 12 Desember 2025
Hujan lebat – sangat lebat kembali berlanjut di sejumlah wilayah, dengan cakupan yang lebih luas dibandingkan hari sebelumnya.
1. Aceh:
Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar.
2. Sumatera Utara:
Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Gunung Sitoli, Nias, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Sibolga, P. Sidimpuan, dan Pakpak Barat.
3. Sumatera Selatan:
OKU (Ogan Komering Ulu)
BMKG memperingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 11–12 Desember 2025, terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Sumatera Utara menjadi provinsi dengan cakupan wilayah terdampak paling luas.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi BMKG, dan menghindari aktivitas berisiko selama kondisi cuaca ekstrem berlangsung.
Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem. (*)
Editor : Tina Mamangkey