MANADOPOST.ID - Memasuki pertengahan Desember 2025, kondisi atmosfer Indonesia kembali menunjukkan peningkatan aktivitas hujan akibat pengaruh sejumlah fenomena cuaca regional hingga global.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya dua bibit siklon tropis, gelombang atmosfer aktif, dan suhu muka laut yang hangat yang membuat potensi hujan di berbagai wilayah semakin tinggi.
Periode 12–15 Desember 2025 menjadi fase yang perlu diwaspadai karena intensitas hujan diprediksi meningkat signifikan.
Beberapa fenomena atmosfer sedang aktif dan berkontribusi besar pada meningkatnya curah hujan di Indonesia, antara lain:
1. Bibit Siklon Tropis
-
Bibit Siklon Tropis 93W di utara Sulawesi Utara
-
Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia barat daya Lampung
Keduanya memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat, terutama di pesisir barat Sumatra dan wilayah Sulawesi Utara.
2. Gelombang Atmosfer Aktif
-
Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator masih aktif di beberapa wilayah dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
-
Meski MJO berada di fase yang kurang mendukung, kombinasi kedua gelombang ini tetap memberikan pengaruh besar terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
3. Suhu Muka Laut yang Hangat
Suhu permukaan laut di wilayah barat Sumatra dan perairan Papua berada di atas normal, memperkuat proses pembentukan awan hujan.
4. Fenomena Global
-
DMI -0.46 menandakan potensi peningkatan hujan di Indonesia bagian barat.
-
La Nina lemah (Nino 3.4 -0.91) meningkatkan peluang hujan di wilayah timur Indonesia.
Periode 12 – 15 Desember 2025
Selama periode ini, cuaca di Indonesia secara umum didominasi hujan ringan hingga hujan lebat, bahkan berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Wilayah yang Berpotensi Mengalami Hujan Intensitas Sedang – Lebat
Peningkatan hujan berintensitas sedang diprediksi terjadi di:
-
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan
Status Siaga (Hujan Lebat – Sangat Lebat)
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan sangat lebat disertai kilat/petir:
-
Kalimantan Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan NTT
Hujan di wilayah tersebut berpotensi menyebabkan genangan, banjir, gangguan transportasi, serta longsor di daerah rawan.
Angin Kencang
Sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami angin kencang yang dapat disertai hujan badai:
-
Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Lampung
Angin kencang berpotensi menumbangkan pohon, merusak bangunan ringan, dan mengganggu aktivitas pelayaran.
Imbauan BMKG
Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan bersama, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap sigap menghadapi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan kesiapsiagaan yang baik, potensi cuaca ekstrem yang berpeluang menimbulkan genangan, banjir, atau longsor dapat diantisipasi sehingga aktivitas harian dan kelancaran transportasi tetap terjaga.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
Menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang, serta menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang terlihat rapuh demi keamanan.
Selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web, akun media sosial @infoBMKG, atau aplikasi InfoBMKG, agar dapat merencanakan kegiatan dengan lebih nyaman.
Tetap tenang dan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memahami jalur dan prosedur evakuasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. (*)
Editor : Tina Mamangkey