Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Ditargetkan Aktif Kembali Awal Januari 2026

Jasinta Bolang • Rabu, 31 Desember 2025 | 16:54 WIB

Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Ditarget Mulai Sekolah Lagi Awal Januari 2026
Pelajar Terdampak Bencana di Sumatera Ditarget Mulai Sekolah Lagi Awal Januari 2026

MANADOPOST.ID
 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah dan madrasah yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat dapat kembali berlangsung pada pekan kedua Januari 2026.

Target tersebut dinilai memungkinkan seiring upaya BNPB yang saat ini terus melakukan pembersihan fasilitas pendidikan yang tertimbun lumpur dan material sisa banjir di tiga provinsi terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa target tersebut disesuaikan dengan jadwal dimulainya semester genap yang umumnya berlangsung pada pekan kedua Januari.

“Nanti di minggu pertama bulan Januari beberapa fasilitas pendidikan yang sebelumnya mungkin terdampak lumpur dan lain-lain ini sudah bisa kembali difungsikan,” jelas Abdul dalam konferensi pers, Minggu (28/12).

Meski demikian, BNPB bersama unsur pemerintah lainnya juga menyiapkan tenda darurat sebagai sarana sementara untuk kegiatan pembelajaran. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi sekolah dan madrasah yang mengalami kerusakan berat dan masih memerlukan perbaikan lanjutan.

“Nanti proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 19 Desember 2025, banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu telah menyebabkan kerusakan terhadap 3.274 fasilitas pendidikan dan 6.431 ruang kelas di tiga provinsi terdampak. Data tersebut mencakup satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga pendidikan nonformal.

Selain kerusakan infrastruktur, bencana juga berdampak pada 276.249 siswa serta 25.936 guru dan tenaga kependidikan.

Kendati demikian, pemerintah terus bergerak cepat melakukan pemulihan agar seluruh sekolah terdampak dapat kembali beroperasi secara normal.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa kesiapan operasional sekolah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah mencapai hampir 90 persen, sementara di Aceh berada di kisaran 65 persen. (*)

Editor : Jasinta Bolang
#Aceh #Sumbar #Percepatan Pemulihan Bencana #BNPB #sumut #Bencana Alam