MANADOPOST.ID - Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, angkat bicara terkait sorotan publik atas dirinya yang masih aktif bekerja sebagai presenter televisi nasional. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak melanggar aturan dan tidak mengganggu tugasnya sebagai pejabat daerah.
Ramzi mengaku telah mengkaji berbagai regulasi yang berlaku sebelum tetap menjalani pekerjaan di dunia hiburan. Ia juga menyebut telah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk memastikan aktivitasnya tidak menyalahi ketentuan hukum.
Menurut Ramzi, pekerjaannya sebagai presenter justru membantunya menjaga integritas sebagai pejabat publik. Ia menyatakan kebutuhan hidupnya telah tercukupi sehingga tidak memiliki dorongan untuk melakukan praktik korupsi atau penyalahgunaan wewenang.
“Dengan penghasilan yang jelas dari pekerjaan saya sebelumnya, saya bisa lebih fokus bekerja dan menjaga diri dari hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.
Ramzi juga menegaskan bahwa jadwal syuting tidak dilakukan setiap hari. Ia memastikan tetap memprioritaskan tugas pemerintahan sebagai wakil bupati. Jika terjadi benturan antara agenda pemerintahan dan pekerjaan di televisi, ia mengaku akan selalu mendahulukan kewajiban sebagai pejabat publik.
Sikap Ramzi tersebut mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurut Dedi, aktivitas Ramzi di luar pemerintahan tidak menjadi persoalan selama tidak mengganggu tugasnya sebagai wakil kepala daerah dan tidak bertentangan dengan undang-undang.
Dedi menilai bahwa penilaian etik terhadap aktivitas pejabat di luar jabatan pemerintahan bersifat subjektif dan sangat bergantung pada integritas pribadi masing-masing pejabat.
Meski demikian, Dedi mengingatkan agar setiap pejabat daerah tetap konsisten memprioritaskan amanah jabatan. Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh aktivitas di luar pemerintahan tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. (*)
Editor : Jasinta Bolang