MANADOPOST.ID — Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan arah strategis transisi energi Indonesia untuk satu dekade ke depan melalui penguatan efisiensi energi, peningkatan energi baru terbarukan (EBT), hingga dekarbonisasi sektor industri. Hal tersebut disampaikan dalam forum diskusi kebijakan energi yang digelar di Jakarta, sebagaimana ditampilkan dalam paparan bertajuk “Simpulan Strategis: Satu Dekade Menuju Transisi Energi”.
Dalam paparannya, DEN menyoroti enam pilar utama transisi energi nasional. Pertama, efisiensi energi lintas sektor yang didorong melalui elektrifikasi industri, penggunaan peralatan hemat energi, serta percepatan adopsi kendaraan listrik.
Kedua, pemanfaatan bioetanol dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan bauran EBT sebagai substitusi bensin. Namun demikian, diperlukan koordinasi lintas kementerian untuk mengatasi hambatan regulasi, khususnya terkait cukai dan perizinan pencampuran (blending).
Pilar ketiga adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan proyeksi kapasitas mencapai 16,5 gigawatt (GW) pada 2035. Pengembangan ini didorong oleh ekosistem industri surya domestik guna menekan impor, menurunkan biaya, serta membuka lapangan kerja baru.
Selain itu, DEN menekankan pentingnya peningkatan konsumsi listrik per kapita sebagai indikator kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi nasional, seiring dengan pembangunan infrastruktur energi yang merata.
Pada sektor industri, dekarbonisasi smelter menjadi perhatian khusus, terutama di wilayah Sulawesi dan Maluku. Hilirisasi mineral diharapkan beralih dari penggunaan batu bara menuju teknologi rendah karbon untuk mendukung pertumbuhan ekonomi beremisi rendah.
Sementara itu, dari sisi wilayah, pola konsumsi energi regional diproyeksikan mengalami perubahan signifikan dalam 10 tahun ke depan. Pertumbuhan permintaan energi diperkirakan meningkat di luar kawasan Jawa–Bali, seiring dengan perkembangan industri dan dukungan kebijakan pemerintah.
DEN menegaskan bahwa strategi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem energi nasional yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan komitmen Indonesia menuju transisi energi dan penurunan emisi karbon.(ame)
Editor : Amelia Beatrix