MANADOPOST.ID - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menegaskan masih banyak masyarakat yang keliru memandang layanan kesehatan sebagai sesuatu yang murah atau bahkan gratis. Padahal, menurutnya, pembiayaan layanan kesehatan sejatinya mahal dan hanya tampak gratis karena ditanggung oleh pihak lain.
“Nah, yang sering salah persepsi, dikira kesehatan itu murah, gratis. Padahal kesehatan itu mahal. Cuma ada yang bayarin, begitu,” ujar Ghufron.
Pernyataan tersebut disampaikan Ghufron saat rapat bersama Komisi V DPR RI. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa BPJS Kesehatan bukanlah badan usaha yang berorientasi pada keuntungan. BPJS merupakan badan hukum publik yang berada langsung di bawah Presiden dan memiliki mandat memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa terkendala biaya.
Ghufron menjelaskan, sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dijalankan berdasarkan prinsip gotong royong. Peserta yang tidak mampu ditanggung oleh pemerintah, sementara peserta lainnya membayar iuran sesuai ketentuan yang berlaku. Skema ini dirancang agar seluruh warga negara tetap dapat mengakses layanan kesehatan yang layak.
Ia juga meluruskan pemahaman mengenai peran BPJS Kesehatan. Menurutnya, BPJS bertanggung jawab pada aspek pembiayaan dan akses layanan, bukan sebagai penyedia fasilitas kesehatan. Rumah sakit, tenaga medis, hingga obat-obatan berada di bawah kewenangan dan tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan penjelasan tersebut, Ghufron berharap masyarakat dapat memahami bahwa layanan kesehatan memiliki biaya tinggi dan keberlangsungan sistem JKN sangat bergantung pada partisipasi dan kepatuhan seluruh peserta dalam membayar iuran. (*)
Editor : Jasinta Bolang