Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Washington National Cathedral Ikon Iman dan Arsitektur Megah di Ibu Kota Amerika Serikat

Aprilia Sahari • Rabu, 25 Februari 2026 | 13:25 WIB

Foto: Washington Nasional Cathedral, AS
Foto: Washington Nasional Cathedral, AS

MANADOPOST.ID - Di tengah hiruk-pikuk politik dan simbol kekuasaan di Washington, berdiri sebuah bangunan megah yang menghadirkan ketenangan spiritual dan keindahan arsitektur: Washington National Cathedral.

Gereja ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga saksi sejarah nasional Amerika Serikat.

Secara resmi bernama Cathedral Church of Saint Peter and Saint Paul, katedral ini merupakan gereja utama Gereja Episkopal di Amerika Serikat.

Letaknya berada di titik tertinggi Washington, DC, menjadikannya terlihat menonjol di antara lanskap kota yang dipenuhi gedung pemerintahan.

Gagasan pembangunan katedral nasional muncul pada akhir abad ke-19.

Peletakan batu pertama dilakukan pada tahun 1907 oleh Presiden Theodore Roosevelt.

Namun, proses pembangunannya memakan waktu sangat lama dan baru selesai secara resmi pada tahun 1990.

Lamanya pembangunan ini membuat katedral menjadi simbol ketekunan dan dedikasi lintas generasi.

Selama lebih dari satu abad, Washington National Cathedral telah menjadi lokasi berbagai upacara kenegaraan penting, termasuk kebaktian doa nasional dan pemakaman kenegaraan sejumlah tokoh penting Amerika.

Katedral ini dibangun dengan gaya Gothic Revival, terinspirasi dari katedral-katedral besar di Eropa seperti Canterbury Cathedral dan Notre-Dame de Paris.

Ciri khasnya terlihat dari lengkungan runcing, jendela kaca patri berwarna-warni, serta menara tinggi yang menjulang anggun.

Salah satu daya tarik uniknya adalah Space Window, jendela kaca patri yang di dalamnya terdapat serpihan batu dari Bulan yang dibawa oleh misi Apollo 11. Detail ini menjadikan katedral sebagai simbol perpaduan iman dan pencapaian ilmiah manusia.

Selain itu, katedral memiliki lebih dari 200 jendela kaca patri, 112 gargoyle (patung hias menyerupai makhluk mitologi), serta menara setinggi sekitar 206 meter, menjadikannya salah satu bangunan gereja tertinggi di Amerika Serikat.

Photo
Photo

Washington National Cathedral sering disebut sebagai “rumah doa bagi seluruh bangsa.”

Di sinilah berbagai momen duka dan refleksi nasional digelar, termasuk kebaktian untuk mengenang tragedi besar dan momen penting dalam sejarah Amerika.

Beberapa presiden Amerika, seperti Dwight D. Eisenhower, bahkan dimakamkan dalam kompleks katedral ini.

Hal tersebut menegaskan peran gereja ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga bagian dari warisan nasional.

Lebih dari sekadar bangunan megah, Washington National Cathedral menjadi simbol persatuan lintas denominasi dan latar belakang.

Gereja ini terbuka untuk semua orang—baik untuk berdoa, menikmati konser musik organ yang megah, maupun sekadar mengagumi detail arsitekturnya.

Di tengah dinamika politik dan perubahan zaman, Washington National Cathedral tetap berdiri sebagai pengingat bahwa spiritualitas, seni, dan sejarah dapat menyatu dalam satu ruang yang agung dan penuh makna.(JPG)

Editor : Aprilia Sahari