Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mengenal Cathedral of Saint John the Divine dan Kisah Katedral Megah yang Dibangun Lintas Generasi di Amerika Serikat

Aprilia Sahari • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:25 WIB

Foto: St. John the Divine Cathedral 1047 Amsterdam Avenue New York, NY
Foto: St. John the Divine Cathedral 1047 Amsterdam Avenue New York, NY

MANADOPOST.ID - Di tengah hiruk-pikuk Manhattan, berdiri sebuah gereja raksasa yang seolah menjadi dunia tersendiri: Cathedral of Saint John the Divine di New York City.

Terletak di kawasan Morningside Heights, katedral ini dikenal sebagai salah satu gereja terbesar di dunia dan menjadi simbol spiritual, budaya, sekaligus sejarah panjang kota tersebut.

Pembangunan katedral ini dimulai pada tahun 1892 oleh Keuskupan Episkopal New York.

Sejak awal, proyek ini dirancang dengan skala monumental—sebuah gereja yang bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pertemuan masyarakat lintas budaya dan keyakinan.

Namun, seperti banyak proyek ambisius lainnya, pembangunannya mengalami berbagai hambatan, mulai dari pergantian arsitek, perubahan desain, hingga keterbatasan dana.

Hingga hari ini, katedral ini sering disebut sebagai “St. John the Unfinished” karena proses penyelesaiannya yang belum sepenuhnya rampung, meski sudah berfungsi aktif selama lebih dari satu abad.

Awalnya dirancang dalam gaya Bizantium-Romanesque oleh arsitek George Lewis Heins dan Christopher Grant LaFarge, desainnya kemudian beralih ke gaya Gotik Prancis setelah pergantian arsitek.

Perubahan ini menghasilkan perpaduan unik antara lengkungan berat khas Romanesque dan detail vertikal menjulang ala Gotik.

Fasadnya yang megah dihiasi pahatan batu yang rumit, sementara interiornya dipenuhi lengkungan tinggi, kaca patri berwarna-warni, serta langit-langit yang menciptakan kesan agung dan khidmat.

Luas bangunannya yang luar biasa membuatnya termasuk salah satu gereja terbesar secara fisik di dunia.

Photo
Photo

Sebagai gereja katedral dari Keuskupan Episkopal New York, tempat ini menjadi pusat kegiatan liturgi, misa, dan perayaan hari besar keagamaan.

Namun, perannya melampaui fungsi religius semata.

Cathedral of Saint John the Divine juga dikenal sebagai ruang publik yang terbuka untuk konser, pameran seni, diskusi sosial, hingga acara lintas agama.

Pendekatan inklusif ini menjadikannya salah satu pusat dialog sosial dan budaya paling aktif di Amerika Serikat.

Di sekeliling katedral terdapat taman yang luas dan asri, memberikan kontras yang menenangkan dari kepadatan Manhattan.

Area ini sering dimanfaatkan pengunjung untuk berjalan santai, refleksi, atau sekadar menikmati keheningan di tengah kota besar.

Keberadaan Cathedral of Saint John the Divine bukan sekadar bangunan megah bersejarah.

Ia menjadi simbol ketekunan, karena dibangun melewati generasi demi generasi.

Ia juga menjadi lambang keterbukaan, karena membuka pintunya bagi berbagai latar belakang masyarakat.

Di tengah gedung pencakar langit dan dinamika kota New York yang cepat, katedral ini berdiri sebagai pengingat bahwa ruang spiritual, seni, dan dialog tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan modern.(JPG)

Editor : Aprilia Sahari
#Cathedral of Saint John the Divine #cathedral