Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Megah dan Sarat Sejarah Berliner Dom Ikon Arsitektur Neo Barok Kebanggaan Berlin

Aprilia Sahari • Jumat, 27 Februari 2026 | 10:05 WIB

Die Westfassade des Berliner Doms zur blauen Stunde.
Die Westfassade des Berliner Doms zur blauen Stunde.

MANADOPOST.ID - Berliner Dom, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Berlin Cathedral, adalah salah satu gereja paling spektakuler di Berlin, Jerman — tempat di mana sejarah, seni, dan spiritualitas berpadu dalam satu bangunan monumental.

Gereja ini bukan hanya tempat ibadah; ia juga menjadi simbol budaya, identitas kota, dan saksi perjalanan panjang sejarah Eropa.

Asal-usul Berliner Dom bermula dari abad ke-15, saat sebuah kapel kecil yang dikenal sebagai Erasmus Chapel dibangun di kawasan istana kerajaan di tepi Sungai Spree.

Dari situ, bangunan ini terus mengalami banyak perubahan seiring perkembangan Berlin sebagai pusat politik dan budaya.

Pada abad ke-18, gereja ini dibangun ulang dalam gaya Barok atas perintah Raja Friedrich II, kemudian diubah lagi menjadi bentuk klasik oleh arsitek Karl Friedrich Schinkel.

Namun, bentuknya yang sekarang — sebuah katedral megah dengan kubah besar — adalah hasil proyek besar yang dimulai pada 1894 dan diselesaikan pada 1905, dirancang oleh arsitek Julius Carl Raschdorff atas perintah Kaisar Wilhelm II sebagai jawaban Berlin atas megahnya Basilica di Roma.

Bangunan Berliner Dom mencerminkan campuran gaya Neo-Renaissance dan Neo-Barok, dengan kubah besar yang menjulang hampir 100 meter di atas kota.

The Dome of Berlin Cathedral (Berliner Dom) and the chancel features three stained glass windows, created by Anton von Werner, Germany
The Dome of Berlin Cathedral (Berliner Dom) and the chancel features three stained glass windows, created by Anton von Werner, Germany

Kubah ini dilengkapi dengan ornamen lanterna berkubah emas yang menjadi pemandangan ikonik di lanskap Berlin, terlihat dari berbagai titik di pusat kota.

Fasad luar gereja dipenuhi dengan pilar-pilar granit, patung-patung, dan detail ornament yang megah.

Sementara interiornya merupakan galeri seni lintas zaman — mosaik, lukisan, ukiran, dan langit-langit yang rumit menghiasi setiap sudut ruang utama, menciptakan suasana yang memukau bagi setiap pengunjung.

Beberapa bagian paling mencolok dari Berliner Dom termasuk:

Kubah dan Galeri Panorama
Pengunjung dapat menaiki sekitar 270 anak tangga untuk mencapai galeri kubah setinggi sekitar 50 meter dan menyaksikan panorama spektakuler Berlin, termasuk Museum Island, jalan Unter den Linden, hingga gedung parlemen Reichstag.

Organ Besar dan Seni Bina Iman
Di dalam gereja terdapat salah satu organ pipa terbesar di Jerman dengan lebih dari 7.000 pipa, yang menghasilkan suara megah saat dimainkan dalam kebaktian atau konser.

Krypta Hohenzollern
Di bawah lantai utama terdapat Gua Hohenzollern (Hohenzollerngruft) — makam keluarga dekat kerajaan Prusia. Lebih dari 90 peti makam tersimpan di sana, masing-masing dengan cerita dan sejarah yang mendalam, menjadikan area ini salah satu tempat bersejarah paling penting di dalam gereja.

Selama Perang Dunia II, Berliner Dom mengalami kerusakan berat akibat serangan udara, khususnya pada kubahnya dan bagian interior.

Setelah perang, rekonstruksi berlangsung bertahap — dimulai pada 1975 dan berlanjut hingga akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an, memulihkan gereja ini menjadi kembali megah seperti kini.

Berliner Dom bukan sekadar gereja besar; ia adalah perjalanan sejarah panjang yang mencerminkan perubahan politik, budaya, dan spiritual di Jerman selama lebih dari lima abad.

Bagi wisatawan dan pecinta arsitektur, kunjungan ke sini bukan hanya soal melihat sebuah bangunan indah, tetapi juga menyelami kisah besar yang tersembunyi di balik setiap batu, mosaik, dan pilar yang menjulang tinggi.(JPG)

Editor : Aprilia Sahari
#gereja megah #Berliner Dom #Gereja