Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Di Tengah Sorotan Alumni, Mata Garuda Tegaskan Integritas dan Pengabdian Awardee LPDP

Foggen Bolung • Minggu, 1 Maret 2026 | 17:18 WIB

Wahyu Bagus Yuliantok
Wahyu Bagus Yuliantok

MANADOPOST.ID—Di tengah hangatnya perbincangan publik soal tanggung jawab alumni beasiswa negara, Mata Garuda sebagai wadah resmi penerima beasiswa LPDP angkat bicara. Organisasi ini menegaskan komitmen menjaga integritas dan memastikan setiap awardee serta alumni tetap berpijak pada amanah publik.

Ketua Umum Mata Garuda, Wahyu Bagus Yuliantok, mengatakan kritik dan perhatian masyarakat adalah bentuk kepedulian. Ia menyebut ekspektasi publik terhadap penerima beasiswa LPDP wajar karena pendidikan mereka dibiayai uang rakyat.

“Kami memahami bahwa ekspektasi publik terhadap penerima beasiswa LPDP sangat tinggi. Pendidikan kami dibiayai kontribusi rakyat Indonesia. Di situlah kehormatan sekaligus tanggung jawab kami. Amanah ini harus dijawab dengan integritas, kerendahan hati, dan karya yang berdampak nyata,” ujar Bagus dalam konferensi pers bersama Direksi LPDP di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2).

Pernyataan ini sejalan dengan penegasan Direktur Utama LPDP sebelumnya yang mengingatkan bahwa beasiswa bersumber dari pajak rakyat dan wajib memberi dampak bagi Indonesia. Di tengah kasus yang menyeret sejumlah alumni dan memicu sorotan publik, Mata Garuda memilih menekankan penguatan karakter dan kontribusi.

Bagus mengajak seluruh awardee dan alumni berkontribusi melalui empat pilar pengabdian Mata Garuda: Institute, Community Development, Capacity Building, dan Entrepreneurship. Menurutnya, organisasi ini tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi ruang kolaborasi untuk melahirkan pemimpin masa depan.

“Kami ingin Mata Garuda menjadi kawah candradimuka lahirnya para pemimpin bangsa, sekaligus wadah kolaborasi nyata untuk mengabdi pada negeri,” tegasnya.

Saat ini, ribuan alumni LPDP telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari aparatur sipil negara, dosen dan peneliti, profesional swasta, wirausahawan, hingga penggerak komunitas. Bagus mencontohkan Ali Machrus yang membina petani kopi di lereng Gunung Arjuna hingga menembus pasar Eropa, serta Felix Degei yang memilih mengabdi sebagai pengajar di Papua Tengah setelah menyelesaikan studi di Australia.

Mata Garuda juga menegaskan pentingnya kedewasaan sosial para penerima beasiswa. “Pencapaian akademik dan profesional perlu diiringi kedewasaan sosial. Menjadi penerima beasiswa negara berarti siap lebih tanggap terhadap fenomena di masyarakat, lebih rendah hati dalam bertutur dan bersikap, serta fokus pada solusi,” ujar Bagus.

Organisasi ini menyatakan terbuka terhadap pengawasan publik sebagai bagian dari tata kelola yang sehat. Mata Garuda memastikan akan terus memperkuat pembinaan karakter, kepemimpinan, dan etika publik agar setiap rupiah investasi pendidikan negara benar-benar kembali dalam bentuk kemajuan bagi Indonesia.(fgn)

Editor : Foggen Bolung
#lembaga pengelola dana pendidikan #Mata Garuda #beasiswa #lpdp #beasiswa lpdp