Acara peluncuran secara daring dan luring itu sendiri dibuka Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Fajarini Puntodewi, yang mewakili Menteri Perdagangan Budi Santoso. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KADIN Andi Azhar Cakra Wijaya, Direktur Pengembangan Ekspor Kemendag Miftah Farid, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor unggulan.
Dalam sambutan yang dibacakan Dirjen PEN, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa CAEXPO yang tahun lalu melibatkan 3.260 perusahaan dari 60 negara, bukan sekadar pameran rutin, melainkan jembatan strategis untuk memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global, khususnya Tiongkok.
Tercatat pada tahun 2025, total nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok terus menunjukkan dominansi yang kuat dengan nilai menembus angka lebih dari USD 130 miliar. Komoditas seperti besi baja, batu bara, serta minyak sawit (CPO) masih menjadi pilar utama, namun pemerintah mendorong diversifikasi ke produk manufaktur dan pangan olahan.
"Tiongkok tetap menjadi mitra dagang utama kita. Melalui CAEXPO ke-23 ini, kita ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya sekadar hadir, tapi mampu mendominasi pasar regional. Pemerintah berkomitmen penuh mendukung pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum emas ini guna meningkatkan neraca perdagangan kita," ujar Mendag Budi Santoso.
Melalui CAEXPO ke-23 ini, Kemendag ingin memastikan produk-produk bernilai tambah hasil karya anak bangsa tidak hanya sekadar hadir, tapi mampu mendominasi pasar regional. “Pemerintah berkomitmen penuh mendukung pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum emas ini guna meningkatkan neraca perdagangan kita. Tentu saja, saya juga mengapresiasi peserta Caexpo 2025," ujar Mendag Budi Santoso.
Senada dengan hal tersebut, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, memaparkan optimisme berdasarkan capaian luar biasa pada tahun sebelumnya. Beliau mengungkapkan bahwa pada gelaran CAEXPO-CABIS 2025, delegasi Indonesia yang hadir di Paviliun Indonesia (Hall D), City of Charm dan Paviliun AI, berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan naik 400 persen dibanding tahun 2024.
Selain transaksi langsung dalam ajang internasional yang menyedot 226.000 orang pengunjung, delegasi Indonesia juga berhasil membukukan sejumlah kesepakatan investasi, total mencapai Rp 2,18 triliun. Delegasi Indonesia menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha yang berhasil menembus jaringan buyer internasional.
"Melihat capaian 2025 yang sangat signifikan, kami yakin tahun 2026 ini potensinya jauh lebih besar. Kami akan lebih selektif dalam mengurasi produk yang memiliki demand tinggi di Tiongkok, mulai dari produk pangan olahan, furnitur, hingga komoditas strategis lainnya," ungkap Fajarini Puntodewi.
Tahun 2026 ini, Indonesia diharapkan berperan sebagai mitra strategis utama dengan fokus; produk unggulan dan industri bernilai tambah, promosi investasi dan kawasan industri, penguatan posisi Indonesia dirantai pasok regional, serta kolaborasi teknologi dan AI.
Adapun penyelenggaraan partisipasi Indonesia tahun 2026 ini kembali dipercayakan kepada PT Pandu Arjuna (PAR) Indonesia sebagai panitia pelaksana. Di bawah kepemimpinan Guspiabri Sumowiguno, PT PAR berkomitmen untuk menghadirkan paviliun Indonesia yang lebih inovatif dan representatif.
"Kami merasa terhormat kembali dipercaya sebagai pelaksana untuk CAEXPO-CABIS ke-23. Sebagaimana kesuksesan yang kita raih di tahun 2025, tim kami telah menyiapkan strategi promosi dan pengaturan teknis yang lebih matang. Harapan kami, CAEXPO 2026 menjadi titik balik bagi lebih banyak UKM dan perusahaan besar Indonesia untuk go international secara masif," tutur Guspiabri Sumowiguno.(***)
Editor : Tanya Rompas