Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4,3 Juta Ton

Grand Regar • Selasa, 31 Maret 2026 | 11:12 WIB

Bapanas: Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4,3 Juta Ton
Bapanas: Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4,3 Juta Ton
MANADOPOST.ID-Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) telah menembus 4,3 juta ton sebagai langkah cepat Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika geopolitik global.

"(Untuk) sektor pangan, alhamdulillah hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton. Tidak pernah terjadi. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton. Hari ini 4,3 juta ton. Bulan depan (bisa mencapai) 5 juta ton. Kapasitas gudang 3 juta ton, kita sewa gudang 2 juta ton kapasitasnya. Ini selesai, pangan selesai," jelas Kepala Bapanas, Senin (30/3/2026).

Swasembada beras Indonesia yang dicapai pada 2025 menjadi salah satu strategi dalam menghadapi dinamika geopolitik secara global. Ia menekankan Indonesia harus mampu menjadi negara yang bisa berdiri di atas kaki sendiri sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto, bagaimana menjadi negara yang berdaulat dan mandiri termasuk di sektor pangan.

"Di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat. Bapak Presiden betul-betul visioner. Pada saat beliau dilantik, langsung mengatakan pangan diselesaikan, harus mandiri pangan dan mandiri energi," ujarnya.

Menurut Kepala Bapanas, stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog di Maret tahun ini sudah kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah yang telah mencapai 4,3 juta ton. Ia memastikan kuantitas CBP semakin tebal di bulan selanjutnya karena penyerapan setara beras asal produksi dalam negeri terus berlanjut.

Bapanas mencatat perolehan CBP di akhir Maret tahun 2026 yang mencapai 4,3 juta ton, meningkat pesat hingga 274,9 persen jika dibandingkan CBP pada Maret 2024. Saat itu, CBP pada Maret 2024 masih berada di angka 1,1 juta ton dengan realisasi pengadaan beras dalam negeri di kisaran 24,6 ribu ton.

Sementara terhadap stok CBP pada Maret 2025, juga meningkat hingga 87,3 persen. Hal itu karena CBP pada Maret 2025 dalam catatan Bapanas berada di angka sekitar 2,3 juta ton dengan realisasi pengadaan beras produksi dalam negeri di kisaran 610,2 ribu ton.

Sebagai implikasi kuatnya stok CBP yang mengutamakan penyerapan produksi beras dalam negeri turut mempengaruhi kestabilan inflasi beras.

"Jadi Alhamdulillah, bulan suci Ramadan bukan harga beras menjadi penyumbang inflasi. Dan 10 sampai 20 tahun terakhir, biasanya nomor satu penyumbang inflasi adalah beras," jelas Kepala Bapanas.

Editor : Grand Regar
#Beras #Bapanas