MANADOPOST.ID—Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperketat standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar program prioritas nasional tersebut tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang ketat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat ratusan SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Dari total 1.030 SPPG yang terdata, sebanyak 760 unit masih dalam tahap perbaikan dan evaluasi.
“Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG yang belum memenuhi standar harus dihentikan sementara hingga dilakukan perbaikan menyeluruh. Ini penting untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa beberapa faktor utama yang menjadi penyebab penghentian sementara tersebut antara lain belum dimilikinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Selain itu, BGN juga menyoroti penyajian menu selama bulan Ramadhan yang dinilai terlalu sederhana. Hal ini sempat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, sehingga menjadi perhatian serius dalam evaluasi menyeluruh program MBG.
Menurut Dadan, prinsip utama dalam pelaksanaan program ini adalah penyediaan makanan segar atau fresh food dengan komposisi gizi yang sesuai kebutuhan penerima manfaat. Oleh karena itu, setiap SPPG diwajibkan memenuhi standar ketat agar layanan yang diberikan benar-benar berkualitas dan aman.
BGN pun memastikan bahwa proses evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya agar seluruh SPPG yang saat ini berstatus suspend dapat segera kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai ketentuan.
Langkah pengetatan SOP ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat secara nasional. Program MBG diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi seimbang.(gel)
Editor : Angel Rumeen