Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh civitas Akademi Angkatan Udara, baik personel, taruna, maupun keluarga besar AAU.
Selain sebagai pembangunan sarana fisik, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen kuat lembaga dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis dan penuh toleransi.
Dalam sambutannya, Gubernur AAU menegaskan bahwa pembangunan sarana ibadah ini memiliki makna strategis dalam membentuk karakter prajurit TNI Angkatan Udara yang berintegritas dan berakhlak mulia.
“Kegiatan ini tidak hanya dalam konteks pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai wujud nyata komitmen lembaga dalam membina kehidupan rohani seluruh personel, taruna, serta keluarga besar Akademi Angkatan Udara,” ujar Kasenda.
Secara rinci, pembangunan ini meliputi renovasi dan perluasan Masjid An-Nur dengan luas mencapai 1.583 meter persegi yang mampu menampung hingga 2.197 jamaah.
Selain itu, pembangunan Gereja AAU dirancang dengan kapasitas sekitar 600 jemaat, serta Pura AAU yang mampu menampung sekitar 100 umat Hindu.
Dengan hadirnya fasilitas ibadah yang representatif ini, diharapkan tercipta lingkungan kampus yang semakin harmonis, religius, dan kondusif, serta mampu mendukung pembinaan mental spiritual seluruh civitas Akademi Angkatan Udara.
Turut hadir pada acara tersebut, Sekretaris Lembaga AAU Marsma Harry Sofian E., S.I.P., M.H., para Pejabat List AAU, Pengurus PIA Ardhya Garini Cabang BS AAU, Perwakilan dari Mitra dan tamu undangan lainnya. (penaau-2026).
Editor : Filip Kapantow